Warna dan Grafis Baru Yamaha X-ride Terinspirasi dari Motor YZ

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha memperkenalkan warna dan grafis baru X-ride dengan menghadirkan pembalap MXGP di Semarang. Dok Yamaha

    Yamaha memperkenalkan warna dan grafis baru X-ride dengan menghadirkan pembalap MXGP di Semarang. Dok Yamaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha kembali memperkenalan warna dan grafis baru Yamaha X-ride di Semarang, Jawa Tengah. Motor matik dengan tampilan baru itu diluncurkan di di Yamaha Flagship Shop, Jumat 12 Juli 2019. Pengenalan produk itu dilakukan dengan menghadirka Romain Febvre dan Jeremy Seewer, pembalap Monster Energy Yamaha Factory Team yang akan tampil pada kejuaraan dunia Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2019.

    Baca Juga: Yamaha X-ride Hadir dengan Dua Warna Baru yang Garang

    Yamaha memanfaatkan momen khusus digelarnya MXGP di Semarang untuk meluncurkan motor berkarakter adventure X-ride dalam dua tahun terakhir. Perubahan X-ride yang kini tampil dengan warna Racing Blue dan Extreme Green.

    Yamaha X-ride warna Extreme Green

    Warna Racing Blue merupakan kombinasi warna biru dan grafis putih yang terinspirasi dari motor Yamaha YZ Series. Sedangkan Extreme Green memadukan warna hijau tua dengan grafis oranye yang terinspirasi dari alam dan aktivitas outdoor.

    ”X-ride kami hadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini yang tetap ingin tampil stylish dengan motor bergaya adventure,” ungkap Sutarya, Direktur Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam keterangan tertulis, Jumat 12 Juli 2019.

    Baca Juga: YIMM Pede 100 Ribu All New Yamaha X-Ride 125 Terjual Tahun Ini

    Desain adventure stylish dan fitur-fitur unggulan X-ride mudah menarik hati konsumen untuk memilikinya. Aksi petualangan pun makin seru bersama X-ride. Yamaha X-ride dipasarkan dengan harga Rp 18,035 juta OTR Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.