Regulasi Belum Keluar, BMW Tetap Ngotot Jual Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelucuran ALL New BMW 3 Series di Tangerang, Rabu, 10 Juli 2019. (Bisnis.com)

    Pelucuran ALL New BMW 3 Series di Tangerang, Rabu, 10 Juli 2019. (Bisnis.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW Group Indonesia memastikan akan menjual mobil listrik di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019. Produsen asal Jerman ini akan membawa BMW i3s yang menggunakan penggerak full electric.

    Jodie O'Tania, Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia, memastikan bahwa kendaraan listrik yang diboyong BMW di GIIAS tidak sekadar dikenalkan tetapi juga dijual kepada publik.

    "Untuk GIIAS tahun ini kita hadirkan banyak kendaraan dengan inovasi dan teknologi terbaru. Bahkan ada kendaraan full listrik yang akan dijual kepada publik. Jadi kami tidak menghadirkan mobil konsep," ujarnya di sela-sela acara peluncuran The President-BMW X7 xDrive40i Pure Exellence di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.

    BMW akan mengumumkan harga resmi mobil tersebut di GIIAS 2019. Menurutnya, mobil tersebut tersedia dalam jumlah terbatas untuk melihat minat konsumen Indonesia pada kendaraan listrik. "Kami harus mengkomunikasikan keuntungan penggunaan kendaraan listrik. Tanpa kendaraannya ada, akan sulit untuk mengkomunikasikannya. Jadi kita bawa di GIIAS tahun ini," katanya.

    Bayu Riyanto, Vice President of Sales BMW Group Indonesia, mengatakan saat ini BMW hanya menyediakan dua tempat untuk melayani penjualan dan layanan purnajual mobil listrik BMW yakni di Astra Serpong dan Tunas Tebet.

    Menurutnya, ada sertifikasi khusus bagi para mekanik untuk dapat menangani kendaraan listrik. Kendati masih menunggu kepastian regulasi, Bayu meyakini bahwa mobil listrik menjadi keniscayaan di masa depan. "Daripada kita menunggu lebih lama lagi, lebih baik kita mulai sekarang sambil menunggu pemerintah mengesahkan regulasinya," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.