Wuling Kembangkan Teknologi Perintah Suara untuk Pasar Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz terbaru dengan kapasitas 7 penumpang diperkenalkan di Jakarta, 11 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Wuling Almaz terbaru dengan kapasitas 7 penumpang diperkenalkan di Jakarta, 11 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, TangerangWuling Motors Indonesia (WMI) kembali memberikan pilihan baru untuk pasar roda empat Indonesia, dengan meluncurkan Wuling Almaz 7 Penumpang yang dilengkapi dengan sistem perintah suara atau voice command berbahasa Indonesia yang disebut Wind (Wuling Indonesian Command).

    Lantas dari mana pengembangan sistem yang baru pertama kali ada di Indonesia itu?

    Dijelaskan Product Planning WMI, Danang Wiratmoko, teknologi tersebut adalah hasil pengembangan antara WMI dengan kantor pusat mereka di Cina. Ia menyebut dalam pengembangan sistem, WMI punya andil untuk menyesuaikan sistem tersebut dengan pasar Indonesia.

    "Teknologi Wuling ini dikembangkan sebenarnya kita joint development antara Wuling Motors di Indonesia dengan headquarter kami. Tentu saja teknologi perintah suara seperti ini teknologi yang terus berkembang, di headqurter memang sudah mereka sudah mempunyai pengalaman dalam mengembangkan teknologi ini, sementara di market Indonesia ini kali pertama kita memperkenalkan," ujarnya kepada wartawan dalam arena GIIAS 2019, di ICE BSD, Jumat 19 Juli 2019.

    Semenatra itu dalam kesempatan yang sama, Brand Manager WMI, Dian Asmahani menjelaskan, meski tidak murni dikembangkan oleh WMI, sistem tersebut tetap didesain khusus untuk pasar Indonesia.

    "Untuk Wind ini memang join development tetapi yang jelas ketika ini disematkan di Wuling Almaz dan untuk pasar Indonesia memang didesain khusus untuk pasar Indonesia. makanya perintah-perintah yang kita sematkan di sana pun sudah sesuai dengan hasil riset untuk pasar Indonesia," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.