GIIAS 2019: Helm AGV Buatan Italia Ini Dijual Rp 550 Ribu

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helm AGV K-Series dijual Rp 550 ribu dari harga normal Rp 1,25 juta di GIIAS 2019. 21 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Helm AGV K-Series dijual Rp 550 ribu dari harga normal Rp 1,25 juta di GIIAS 2019. 21 Juli 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Tangerang - Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 bukan hanya menyajikan promo pada kendaraan baik motor maupun mobil saja. Berbagai aksesori juga ada promonya. Salah satunya helm. Adalah Galeri Helm Jakarta yang boothnya berada di selasar Hall 5 ICE BSD, Tangerang. Ia menghadirkan promo potongan harga untuk helm asal Italia yakni helm AGV K3 Series, Suomy, Apex dan Halo.

    Untuk AGV K3 Series yang harga aslinya Rp 1,25 juta dikenakan potongan harga hingga Rp 850 ribu. Namun potongan tersebut hanya berlaku selama GIIAS 2019 berlangsung.

    "AGV Rp 550 ribu, aslinya Rp 1,25 juta yang K3 series sudah laku 5 kemarin," ujar salah satu tenaga penjual Galeri Helm Jakarta, Nicolas, kepada Tempo, Minggu 21 Juli 2019.

    Untuk Suomy Apex yang banderol aslinya Rp 4 juta dikenakan potongan Rp 600 ribu, sedangkan Suomy Halo yang harga aslinya Rp 2,4 juta dipotong Rp 480 ribu.

    "Selama GIIAS saja, Suomy ada yang apex dari Rp 4 juta jadi 3,4 juta, yang Halo dari Rp 2,4 juta jadi Rp 1,92 juta," ucap Nicolas.

    Namun untuk helm AGV yang dijual Rp 550 ribu ukuran yang ada sangat terbatas, hanya tersisa XS saja dan tidak ada garansi untuk produk tersebut. Meski hanya potongan harga dan tidak ada garansi, lanjut Nicolas mengatakan kualitas helm terjamin.

    "Kualitas nggak usah ditanya sudah terjamin. Garansi nggak ada, promo potongan harga saja," pungkasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.