Bus Mewah Berharga Miliaran Laris Manis di GIIAS 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus karoseri Adiputro mengikuti pamerkan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat 19 Juli 2019. Karoseri mewah ini memamerkan busnya yang sanggup mengangkut mobil sedan. Tempo/Tony Hartawan

    Bus karoseri Adiputro mengikuti pamerkan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat 19 Juli 2019. Karoseri mewah ini memamerkan busnya yang sanggup mengangkut mobil sedan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tangerang - Deretan bus mewah buatan karoseri lokal seperti Laksana, Adiputro dan Tentrem yang dipamerkan di ajang GIIAS 2019 ludes dibeli oleh beberapa PO bus.

    Sebut saja bus buatan karoseri Adiputro yang menampilkan dua bus double decker, tipe Big Benz dan tipe Jumbo.

    Untuk bus double decker laku ke PO bus Sempati Star dan PO Pandawa, tipe Jumbo 18 penumpang laku ke PO Lorena, dan tipe Big Benz kapasitas maksimal 31 penumpang laku ke PO Pandawa.

    Salah satu bus buatan Adiputro yang bisa mengangkut mobil di bawahnya dengan harga Rp 2,8 miliar lebih terjual ke PO Pandawa.

    Sedangkan karoseri Laksana yang membawa empat tipe bus yakni, sleeper bus seat 21 penumpang sudah laku terjual ke PO Sinar Jaya.

    Menurut Direktur Komersial Karoseri Laksana Alvin Arman ada empat tipe bus yang dibawa oleh Laksana, tiga di antaranya sudah terjual ke PO Sinar Jaya, PO Rosalia Indah, dan PO Manhattan.

    Kemudian ada karoseri Tentrem yang juga membawa empat tipe bus yakni Avante H 7, Avante H 9, Max HDD, dan Avante HD 2 (Double Dacker).

    Keempat bus mewah yang interior dan body dibuat di karoaeri Tentrem ini terjual ke PO Harapan Jaya dengan harga beragam, untuk tipe Avante H 7 Rp 1,6 miliar, tipe Avante H 9 Rp 1,6 miliar, Max HDD Rp 1,1 miliar, dan tipe Avante HD 2 (Double Dacker) Rp 3,5 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.