Dibuat di Cikande, DFSK Incar Pasar Global

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DFSK Glory i-Auto di panggung utama booth DFSK di GIIAS 2019. 19 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    DFSK Glory i-Auto di panggung utama booth DFSK di GIIAS 2019. 19 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, TangerangPT Sokonindo Automobile (Sokon), agen pemegang merek Dongfeng Sokon (DFSK) di Indonesia, bertekad menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor mereka untuk pasar global.

    Sebagai langkah pertama, pabrikan otomotif asal Cina ini mulai mengincar pasar ekspor untuk negara-negara ASEAN.

    Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengatakan bahwa DFSK masuk ke Indonesia melalui tiga langkah, berakar di Indonesia, ekspansi ke Asia Tenggara, dan didistribusikan ke seluruh dunia.

    "Kami meyakini mampu memenuhi kebutuhan konsumen kami dengan kendaraan-kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan berkualitas tinggi untuk memastikan kondisinya dalam kondisi optimal," kata Franz Wang di GIIAS 2019, Senin, 22 Juli 2019.

    Tekad ini, lanjut dia, sejalan dengan nilai investasi yang dilakukan oleh DFSK untuk Indonesia yang mencapai US$ 150 juta, termasuk pembangunan pabrik berteknologi industri 4.0 di Cikande, Serang, Banten.

    Pabrik ini, kata dia, diperuntukan sebagai basis produksi berbagai jenis kendaraan dengan kualitas terbaik untuk pasar lokal dan memenuhi kebutuhan pasar di berbagai negara ASEAN.

    Pabrik DFSK di Cikande merupakan pabrik kedua DFSK secara global yang berada di luar Cina. Yang artinya pabrik di Indonesia akan menjadi basis dunia sebagai kelanjutan ekspansi merek DFSK. 

    Super Cab yang sudah lebih dulu melakukan inisiasi ekspor sejak Desember 2018 ke Srilanka dan Thailand. DFSK Super Cab adalah kendaraan niaga yang memang didesain sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia, sehingga basis produksinya hanya ada di pabrik DFSK 4.0 yang ada di Indonesia.

    Jenis unit Super Cab yang diekspor yaitu seri 1.5 L Gasoline dan 1.3 T Diesel, hingga 2019 negara tujuan ekspor pun berkembang ke Filipina dan Cina yang sebagian besar dalam bentuk Completely Knock Down (CKD).

    Begitupun dengan Glory 580. Diketahui, sejak Desember 2018, Glory 580 telah melakukan inisiasi  ekspor ke Thailand untuk tipe 1.5 CVT Luxury. Expansi inisiasi ekspor terus dilakukan terutama ke negara-negara setir mobil kanan. Berbagai negara seperti Sri Lanka, Nepal, Hongkong dan Bangladesh menjadi tujuan negara ekspor sepanjang tahun 2019 ini dengan tipe 1.5 CVT & M/T Luxury dalam bentuk Completely Knock Down (CKD).

    Penjajakan untuk ekspor juga akan dilakukan dengan mempersiapkan DFSK Glory 560 untuk pasar ekspor yang sama seperti pendahulunya. Sejauh ini pasar-pasar tersebut berpeluang sangat besar karena memiliki kesamaan dengan karakteristik pasar di Indonesia, menghadirkan kendaraan berteknologi tinggi dan desain elegan.

    DFSK memastikan berbisnis di Indonesia dengan memberikan nilai lebih berupa ekspor ke pasar global yang bisa menambah nilai ekonomis negara. Langkah ekspor ini menjadi bukti kepada konsumen bahwa kendaraan-kendaraan yang kami produksi memang berkualitas tinggi dan memenuhi standar global,” tutur Franz Wang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.