Interior Wuling Confero S Kini Hadir Lebih Segar, Harga Naik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Cortez dan Wuling Confero S di pameran GIIAS Medan, 31 Oktober 2018. (Wuling Motors)

    Wuling Cortez dan Wuling Confero S di pameran GIIAS Medan, 31 Oktober 2018. (Wuling Motors)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Motors Indonesia melakukan penyegaran tampilan pada Wuling Confero S dengan balutan interior baru pada Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 18 – 28 Juli 2019. Tampilan baru lebih elegan.

    "Confero S baru itu memiliki kursi dengan lapisan hitam dengan jahitan merah, panel karbon bernuansa merah, kursi pengemudi dengan adjuster dan spion yang bisa dilipat dari dalam," kata Product Planning Wuling Motors Indonesia Danang Wiratmoko di GIIAS 2019, Senin 22 Juli 2019.

    Tampilan kabin pada Wuling Confero S di GIIAS 2019. Sumber: Antara

    Danang mengatakan bahwa varian baru itu memiliki dia fitur tambahan yakni Emergency Stop Signal (ESS) dan Electric-Adjustable Foldable Mirror. Adapun tampilan luar tidak mengalami perubahan dan mesin tetap menggunakan empat silinder segaris DOHC, DVVT (Dual Variable Valve Timing), berkapasitas 1.500cc, yang tersedia dalam transmisi manual dan e-Clutch 6-percepatan.

    Brand Manager Wuling Indonesia, Dian Asmahani, mengatakan bahwa Confero S varian terbaru dihadirkan untuk konsumen yang menginginkan tampilan yang lebih berkelas. Namun bagi konsumen yang masih menginginkan model Confero yang sebelumnya, Dian menyatakan model tersebut tetap tersedia.

    "Harga Confero S 1.5C Lux Rp172,8 juta, Confero S 1.5L Lux+ Rp186,8 juta dan yang tertinggi Confero S 1.5L AC Lux+ Rp195,3 juta," kata Dian. Sedangkan harga Wuling Confero S sebelumnya mulai dari Rp146,8 juta berstatus on the road Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.