Membedah Fitur Rem Otomatis All New Honda Accord

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Accord saat uji coba di jalan tol Cikampek menuju Bandung, Selasa, 23 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    All New Honda Accord saat uji coba di jalan tol Cikampek menuju Bandung, Selasa, 23 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Sebuah mobil terparkir di tengah sirkuit Proving Ground, Bridgestone, Karawang, Jawa Barat, Selasa siang, 23 Juli 2019. Dari arah belakang, All New Honda Accord melaju dengan kecepatan tinggi menuju mobil yang terparkir itu.

    Jarum speedometer menunjuk angka 40 kilometer per jam, tapi tidak ada tanda-tanda dari pengemudi untuk menginjak pedal rem. Padahal jaraknya tinggal sepuluh meter.

    "Wah, ngeri juga nih," gumam saya dalam hati yang duduk bangku belakang, persis di belakang supir.

    Tak disangka, mobil itu tiba-tiba melambat saat jarak tinggal 5 meter. Lalu berhenti total saat jarak antara grill depan All New Honda Accord tinggal setengah meter dari mobil yang diparkir tadi.

    "Wah, mobilnya bisa ngerem sendiri. Saya sama sekali tidak menginjak pedal rem lho," kata seorang kawan, jurnalis dari sebuah media nasional yang mendapat giliran pertama menjajal All New Honda Accord di Proving Ground Bridgestone.

    All New Honda Accord memang dibekali banyak teknologi mutakhir, terutama untuk mendukung sektor keamanan. Teknologi itu terangkum dalam Honda Sensing.

    Teknologi ini memiliki tujuh fungsi vital yang telah dikembangkan Honda dan pertama kali diaplikasikan pada All New Honda Accord. Satu dari tujuh itu adalah Collision Mitigation Braking System (CMBS). CMBS terintegrasi dengan fungsi selanjutnya yakni Forward Collision Warning (FCW).

    Fungsi ini merupakan salah satu teknologi keselematan terdepan saat ini. Fungsi ini bekerja menggunakan milimeter wave radar unit yang terletak di belakang groll depan dan monocular kamera di antara kaca spion tengah dan kaca depan mobil untuk mendeteksi kondisi (obyek) di depan mobil.

    Assistant Large Project Leader of Honda Accord, Honda R&D Co. Ltd., Masao Nakano, menjelaskan bahwa saat sitem mendeteksi potensi tabrakan, Forward Collision Warning akan memberikan visual dan audio untuk mengingatkan pengemudi agar mengambil tindakan koreksi.

    Peringatakan visual itu akan muncul di Driver Information Interface, yang letaknya di meter cluster persis di depan setir. Jika potensi tabrakan berlanjut karena pengemudi tidak mengambil tindakan koreksi, CMBS bekerja bersama dengan modulator VSA untuk menginisiasi langkah pengereman yang dibutuhkan.

    Singkat cerita, rem akan bekerja secara otomatis jika mendeteksi obyek di depan mobil yang sedang melaju untuk meminimalisir tabrakan. Persis seperti saat All New Honda Accord yang tiba-tiba berhenti saat melaju dengan kecepatan 40 kilometer per jam dan berpotensi menabrak mobil yang diparkir di tengah sirkuit Proving Ground Bridgestone.

    "Tetapi harus diingat, bahwa sistem ini bukan untuk mencegah tabrakan, tapi hanya pengingat kepada pengemudi untuk tetap waspada sehingga tetap fokus pada saat berkendara," kata Nakano.

    Pengemudi, lanjut dia, tetap berperan aktif untuk melakukan tindakan pencegahan dan harus selalu waspada saat berkendara, termasuk saat menggunakan sistem ini.

    Sementara itu, Sales Trainer HPM, Onsert Ophirio Ningtyan, yang mendampingi kami menjajal fungsi Honda Sensing mengatakan bahwa fungsi CMBS hanya berfungsi sebanyak lima kali ketika mesin mobil mulai dihidupkan hingga lima kali remnya berfungsi otomatis.

    Pada fungsi keenam dan seterusnya sistem ini tidak akan berfungsi dan harus direset. "Caranya gampang, cukup dengan mematikan mesin, lalu menghidupkan kembali maka sudah disetting ulang seperti semula," kata pria yang akrab disapa Rio ini.

    Ia menambahkan bahwa CMBS bisa bekerja mulai dari kecepatan rendah hingga lebih dari 100 kilometer per jam. Hanya saja, semakin rendah maka semakin aman.

    Fungsi ini terintegrasi dengan CMBS. Menggunakan kamera monokular dan milimeter Wave Radar untuk mendeteksi obyek di depan kendaraan dan memberikan peringatan jika terjadi potensi tabrakan.

    Peringatan itu meliputi pesan "BRAKE" yang akan muncul di Multi-information Display (MID), dan serangkaian bunyi alarm. Jadi fungsinya mengingatkan pengemudi untuk melakukan pengereman. Jika ternyata pengemudi tidak merespon peringatan ini, maka fungsi CMBS akan bekerja.

    Honda memberikan catatan bahwa sistem FCW tidak dapat sepenuhnya mendeteksi semua obyek yang ada di depan kendaraan. Tingkat akurasi deteksi juga dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain cuaca dan kecepatan.

    Saat Tempo melaju jalan tol dari Cikampek menuju Bandung, beberapa peringatan untuk segera melakukan pengereman muncul di MID. "Fungsi ini settingnya default on. Jadi selalu aktif saat mesin All New Honda Accord menyala, tapi bisa dinonaktifkan dengan menekan tombol pada setir," ujar Rio. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.