Toyota Hiace Premio Meluncur Model Lawas Tetap Ada, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Toyota Astra Motor meluncurkan Toyota Hi Ace terbaru di Ajang GIIAS 2019 di ICE BSD Jumat 26 Juli 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    PT Toyota Astra Motor meluncurkan Toyota Hi Ace terbaru di Ajang GIIAS 2019 di ICE BSD Jumat 26 Juli 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil van racikan Toyota model baru telah diluncurkan di GIIAS 2019. Toyota Hiace model baru kini tampil dengan muka depan baru lebih keren dengan adanya bonet. Meski muncul model baru, Toyota tetap menjual Hiace model lawas.

    "Masih produksi (model lawas) karena ada kebutuhan dar konsumen. Ada kebutuhan medium dan high end, jadi kami menambah portofolio," kata Anton Jimmi Suwandy Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jumat 26 Juli 2019.

    Toyota Hiace. cars-directory.net

    Ia menyebut Toyota Hiace Premio dijual dengan harga Rp 516,6 juta sedangkan model lawas atau commuter dijual dengan harga Rp 475,25 juta atau berselisih Rp 41 jutaan. Dengan adanya dua pilihan tersebut, konsumen bisa memilih dan membandingkan harga maupun fitur yang ada. Anton mengungkapkan sempat berdiskusi dengan sejumlah konsumen atau calon pembeli, mereka mengapresiasi kehadiran model baru.

    Menurut Anton, model baru akan menjadi pilihan bagi pengguna Toyota Hiace Commuter yang ingin meningkatkan kenyamanannya. "Segmen yang sebelumnya sempat mikir mau beli Hiace tapi mereka punya kebutuhan lebih dari sisi kenyamanan, desain dan engine," ucapnya.

    Saat ini, Toyota mematok penjualan sekitar 300-400 unit mengalami peningkatan dibandingkan penjualan 2018 yang mencapai 250-300 unit atau ada tambahan 70-100 unit. "Pengguna Premio akan bergeser, hotel, resort, tourisme akan lebih besar dan travel pun nanti kelasnya eksekutif," katanya.

    Namun Hiace Commuter tetap yang akan paling laris. "Dari hasil diskusi dengan para dealer akan lebih banyak yang standar. Kira-kira 70 persen masih Hiace (Commuter)," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.