Kata Wuling dan DFSK Soal Regulasi Mobil Listrik yang Akan Terbit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil DFSK Glory E3 Listrik ikut dipamerkan diGAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 19 Juli 2019. Glory E3 hanya memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai. Tempo/Tony Hartawan

    Mobil DFSK Glory E3 Listrik ikut dipamerkan diGAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 19 Juli 2019. Glory E3 hanya memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, TangerangRegulasi mobil listrik dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) akan segera terbit. Para produsen yang selama ini menantikan kejelasan regulasi pun harus bergegas menyambut regulasi tersebut.

    Termasuk dua produsen asal Cina yang ada di Indonesia yakni DFSK dan Wuling. Keduanya sudah memiliki pabrik di Tanah Air.

    Bagi DFSK, regulasi kendaraan listrik dari pemerintah yang segera terbit harus didukung. DFSK juga akan meneruskan komitmennya untuk ikut serta dalam memajukan industri otomotif Indonesia.

    Salah satu komitmen tersebut telah ditunjukan dengan mobil listrik yang akan segera dipasarkan yakni Glory E3. Produk tersebut juga sebagai bukti bahwa DFSK sudah siap secara teknologi dan lainnya.

    "Mengenai insentif perpajakan dan lainnya, bagi kami selaku produsen tentunya ini merupakan hal yang menjadi pertimbangan utama dalam mengembangkan dan memasarkan mobil listrik di Indonesia. Semoga peraturan dan kebijakan pengembangan mobil listrik di Indonesia kondusif dan berdaya saing sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu negara yg menjadi leader dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan" ungkap CO CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, melalui keterangan resminya.

    Senada dengan DFSK, Wuling juga menyambut baik regulasi kendaraan listrik yang akan segera terbit. Wuling mengaku siap menghadirkan produk yang sesuai dengan regulasi untuk pasar mobil listrik di Indonesia.

    Mereka akan terus melakukan studi dan riset dengan kemampuan pabrik yang diklaim punya kapasitas yang mempuni.

    "Intinya sih dalam menghadirkan produk kami di pasar Indonesia, kami selalu memperhatikan beragam faktor, salah satunya regulasi pemerintah, khususnya untuk mobil listrik ini. Dengan adanya wacana tersebut, kami menyambut dengan positif mengenai peraturan mobil listrik," papar Brand Manager Wuling Motors Indonesia (WMI) Dian Asmahani, saat dihubungi Tempo.

    "Kami akan terus melakukan study dan riset pasar mengenai kendaraan listrik sehingga kami dapat menentukan langkah ke depannya," ujarnya.

    Menteri Keuangan RI Sri Mulyani pada Kamis, 25 Juli 2019, saat mengunjungi GIIAS 2019 menyampaikan bahwa regulasi mobil listrik akan segera ditandatangani Presiden RI Joko Widodo. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.