GIIAS 2019 Dikunjungi 400 Ribu Orang dalam 10 Hari

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 yang diselenggarakan 18 - 28 Juli berhasil mencuri perhatian masyarakat hingga pejabat negara. Penyelenggara menyebutkan bahwa pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara itu mampu menyedot lebih dari 400.000 pengunjung dalam 10 hari.

    "Gaikindo selalu mendorong GIIAS mencapai tujuan otomotif di Indonesia, pencapaian tersebut diraih dari datangnya Jusuf Kalla Wakil Presiden RI dan berbagai pejabat instansi kepemerintahan seperti, Menteri Perhubungan, Perindustrian, dan Keuangan," kata Ketua Umum Gaikindo III, Rizwan Alamsjah di ICE BSD, Tangerang, Sabtu.

    Menurutnya, industri otomotif tidak hanya sebagai produsen alat transportasi sehari-hari, namun industri ini semakin bertumbuh dengan menjadi penyumbang pemasukan terbesar untuk Indonesia saat ini.

    "Industri otomotif menjadi penyumbang devisa paling besar di Indonesia," kata Rizwan dalam pidatonya.

    Pada GIIAS tahun ini juga menjadi kebanggaan karena banyak para agen pemegang merek yang memperkenalkan kendaraan barunya dalam ajang ini.

    "GIIAS menjadi pilihan APM untuk memperkenalkan produk-produk yang berteknologi canggih sesuai dengan tema kita," kata dia

    Dalam pameran GIIAS  ini juga terdapat 33 kendaraan baru yang diluncurkan, 7 kendaraan konsep, 1 kendaraan yang world premiere dan 11 kendaraan roda dua yg diluncurkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara