Inden Honda Monkey 125 Rata-rata 20 Unit per Hari

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Monkey saat dipamerkan dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 19 Juli 2019. Honda Monkey telah menggunakan ABS satu channel di sistem pengeremannya dengan Inertial Measurement Unit (IMU). Tempo/Tony Hartawan

    Honda Monkey saat dipamerkan dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 19 Juli 2019. Honda Monkey telah menggunakan ABS satu channel di sistem pengeremannya dengan Inertial Measurement Unit (IMU). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tangerang - Sepeda motor Honda Monkey 125 yang resmi dipasarkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 mendapat respons positif dari pengunjung. Hampir setiap hari booth tempat Monkey 125 dipajang ramai pengunjung. Rata-rata inden 15-20 unit per hari.

    "Saya dapat rata-rata 4-5 unit per hari untuk Monkey 125. Nah sales kan banyak, jadi perkiraan saya sekitar 20 unit per hari lah," kata sales Wahana Jatake Tangerang, Pawy kepada Tempo, Minggu, 28 Juli 2019.

    Pawy juga berujar bahwa kebanyakan pemesan Monkey 125 berasal dari luar Tangerang, seperti Bandung dan Depok. Adapun varian warna yang paling laris dari tiga warna Monkey 125 adalah Banana Yellow. Tiga varian warna Monkey 125 antara lain, Pearl Nebula Red (Merah), Pearl Shining Black (Hitam), dan Banana Yellow (Kuning).

    "Kita pasang warna merah tapi yang kesan banyak warna kuning," kata dia.

    Monkey 125 sendiri dapat dipesan dengan minimum tanda jadi Rp 5 juta. Untuk harga motor mungil ini dibanderol Rp 65 jutaan. Sementara untuk proses inden motor ini membutuhkan waktu hingga bulanan. Rencananya pemesan baru akan mulai dikirmkan pada bulan Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.