GIIAS 2019: Wuling Catat 1.608 Unit SPK, Almaz Terlaris

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Wuling termasuk yang paling ramai dikunjungi selama pameran otomotif GIIAS 2019, di ICE, BSD City, Tangerang, 18-28 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Booth Wuling termasuk yang paling ramai dikunjungi selama pameran otomotif GIIAS 2019, di ICE, BSD City, Tangerang, 18-28 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaWuling Motors Indonesia (WMI) selaku agen pemegang merek Wuling di Indonesia mengkalim dapatkan pencapaian positif sepanjang gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019, di ICE, BSD City, Tangerang, 18-28 Juli 2019.

    Total, surat pemesanan kendaraan (SPK) Wuling selama GIIAS 2019 berlangsung sebanyak 1.608. Dari angka tersebut, Wuling Almaz menjadi kontributor penjualan terbesar dengan angka 827 unit.

    "Dengan tipe yang paling diminati adalah Wuling Almaz 7 Penumpang," ujar Senior Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani dalam keterangan resminya, Senin 29 Juli 2019.

    Kontributor terbesar diposisi kedua setelah Almaz adalah Wuling Confero. Mobil berhasil mencatatkan SPK sebanyak 425 unit. Lalu diikuti oleh Cortez dengan SPK sebanyak 339 unit.

    "Dimana Cortez CT sebagai varian yang paling dicari. Terakhir, pemesanan Formo tercatat di angka 17 unit," papar Dian.

    Selain itu, Wuling Almaz juga disebut menjadi mobil yang paling banyak dicicipi oleh pengunjung sepanjang GIIAS 2019 berlangsung yakni sebanyak 1.336 orang.

    "Angka totalnya 1.818 unit, Almaz 1.336, Cortez CT telah dicoba sebanyak 352 orang dan untuk Confero S ACT sebesar 130 orang," kata Dian.

    “Kami berterima kasih atas antusiasme pengunjung selama berlangsungnya GIIAS 2019 dan sambutan hangat terhadap varian terbaru Wuling Almaz dengan WIND dan konfigurasi 7-seater. Hal ini tergambar dari angka peserta test drive dan pemesanan yang meningkat, ditambah lagi predikat yang diberikan pada medium SUV kami," kata Dian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.