Cerita Miss GIIAS 2019 Soal Beratnya Beban Seorang Usher

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miss Auto Show 2019, Adinda Prasca berfose di Booth Lexus. Dokumen Pribadi Adinda

    Miss Auto Show 2019, Adinda Prasca berfose di Booth Lexus. Dokumen Pribadi Adinda

    TEMPO.CO, Tangerang - Usher di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019, Adinda Frasca mengungkapkan tak mudah menjadi gadis pemanis di pameran. Meskipun terlihat hanya berdiri saja, ia menuturkan berdiri berjam-jam memakai high heels seperti kerja fisik. 

    Adinda dituntut tersenyum dan bersikap ramah kepada para pengunjung pameran. Ya memang begitulah tugas utama seorang usher. Di luar itu, kata Dinda sapaan akrabnya, menjadi usher memiliki banyak job desk. Setiap event, terkadang seorang usher mendapat tugas yang berbeda-beda. Misalnya ada yang mengurus registrasi, pemegang plakat awarding, grab customer, dan sebagainya.

    "Semua harus dilakuin dengan ramah dan senyum tanpa peduli apa suasana hati kita,"kata Mahasiswa London School of Public Relations Jakarta ini, kepada Tempo, Selasa, 29 Juli 2019.

    Ada susah tentu ada juga senangnya. Dinda pun membeberkan banyak alasan kenapa dirinya masih bergelut dengan profesinya tersebut. Menurut dia, menjadi seorang usher, secara alamiah akan menambah banyak teman. Sejurus dengan itu, bekerja di berbagai brand juga membuat seorang usher mendapat banyak pengetahuan baru.

    "Punya relasi dan kenalan banyak dari event ke event. Senangnya lagi kita punya pengalaman baru, kita ngerti tentang produk-produk yang belum tentu kita pakai. Kerja kayak gini memperluas wawasan juga karna kita sering dikasih product knowledge,"ujar dia.

    Dinda juga berujar bahwa penghasilan menjadi usher cukup menjanjikan. Paling tidak kata dia, pendapatan dari profesinya tersebut bisa membuatnya mandiri untuk urusan keuangan.

    "Aku enjoy jalanin hal yang buat aku senang. Aku bisa dapat penghasilan sendiri dan gak pernah lagi minta sama orang tua. Kebutuhan sehari-hari terpenuhi, bahkan untuk biaya pendidikan. Bersyukur banget dikasih ke jalan ini sama Allah,"ujar dia.

    Untuk diketahui Dinda merupakan pemenang dari Miss Auto Show 2019. Dinda yang mewakili merek Lexus, berhasil mengalahkan sejumlah usher lain dari berbagai merek otomotif.

    Dinda sendiri diketahui sudah dua tahun menjadi Lexus Lady. Menjadi bagian dari Lexus, kata Dinda memiliki kebanggaan tersendiri. Sebab, proses penyelesaiannya diklaim cukup selektif.

    "Penyeleksian Lexus Lady sebenernya gak terlalu rumit. Tapi Lexus itu recruitmentnya selektif. Lexus pakai agency untuk mengatur kehadiran calon usher,"ujar Dinda.

    Perempuan yang kini berusia 22 tahun ini juga menambahkan bahwa proses seleksi Lexus Lady biasanya membutuhkan waktu lebih dari satu hari pada waktu tertentu. Misalnya pagi sampai sore ada penyeleksian tahap pertama dan seterusnya.

    "Satu per satu masuk ke ruang interview untuk perkenalan diri singkat, ukur tinggi dan timbang berat badan. Kalau lolos di tahap pertama akan masuk ke tahap kedua. Nah yang belum lolos dipersilakan untuk pulang. Untuk yang lolos di tahap kedua akan bertemu dengan BOD Lexus di ruangan yang berbeda untuk kembali memperkenalkan diri dan catwalk,"ujarnya.

    Setelah itu, para calon usher Lexus Lady yang dianggap memenuhi standar unyuk lolos akan segera dikabari oleh pihak agency dan diberikan notes untuk memperbaiki penampilan fisik. Seperti menurunkan atau menaikkan berat badan.

    "Disuruh rajin olah raga biar badan gak kendur,"ujarnya.

    Ketatnya persaingan menjadi Lexus Lady menrut Dinda terbukti dengan banyaknya usher yang datang. Screening biasanya lebih dari 100 orang setiap tahun dan yang terpilih hanya 16 usher.

    "16 usher itu juga ada lady yang sudah ikut Lexus GIIAS sebelumnya. Jadi mereka akan diundang dan di interview ulang. Melalui dua tahap juga seperti yang belum pernah jadi Lexus Lady,"kata Dinda yang juga sempat minder setelah dinyatakan lulus pada tahun 2018 lalu. "Jujur aku pun tahun lalu minder dan merasa belum pantas menjadi lexus lady. Yang aku lihat yang di cari oleh lexus itu karakter. Bukan hanya cantik dari segi fisik."ucap Dinda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.