Chevrolet Blazer Akan Pakai Mesin Baru Lebih Bertenaga

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chevrolet Blazer 2020. Sumber: motor1.com

    Chevrolet Blazer 2020. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, JakartaChevrolet Blazer model baru 2019 hadir dengan model tajam, desain yang terinspirasi dari sedan Camaro. Sayangnya, mesinnya masih kurang performa sehingga Chevrolet akan mengganti mesinnya dengan mesin turbocharged empat silinder baru untuk Blazer 2020.

    Chevrolet Blazer mengandalkan mesin 2,0 liter empat silinder dengan daya yang diperkirakan mencapai 230 tenaga kuda (172 kilowatt) dan torsi 258 pon-kaki (350 Newton-meter). Angka-angka ini menempatkannya di antara powertrain entry-level saat ini, mesin 2.5 liter dan mesin V6 3,6 liter dengan tenaga 308 hp (230 kW). Gearbox otomatis sembilan kecepatan dan fitur start-stop engine akan menjadi standar untuk mesin baru.

    Kabar baiknya adalah penawaran baru akan tersedia dengan penggerak roda depan standar atau penggerak semua roda opsional. Mesin 2.0 liter turbo akan hadir dalam level trim 2LT dan 3LT - base L dan LT terbatas pada engine 2.5 liter, sedangkan RS dan Premier hadir dengan mesin V6.

    Belum ada detail efisiensi bahan bakar dan harga yang tersedia. Namun sejumlah selentingan mengungkap mesin baru akan menempati suatu tempat di kisaran US$ 30.000 atau sekitar Rp 420 jutaan, seperti yang dilaporkan oleh Car and Driver. Mesin baru ini memiliki tingkat konsumsi bahan bakar mencapai 23-24 mil per galon. Mobil Chevrolet Blazer akan menggunakan mesin turbo 2.0, yang akan mencapai dealer di Amerika pada Oktober 2019.

    Sementara itu, Chevrolet tetap mengandalkan pasar pada versi SUV tiga baris. Foto-foto spyshot dari awal bulan ini mengungkapkan rencananya adalah memperpanjang bagian belakang Blazer untuk memberi ruang bagi dua kursi tambahan. Model itu hanya bisa juga akan masuk Asia, terutama Cina, dengan peluncuran mungkin akan datang tahun depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.