Penjualan Low SUV Juni 2019: Toyota Rush Turun, Honda BR-V Naik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New Honda BR-V diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    New Honda BR-V diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak beda jauh dengan penjualan mobil lainnya, segmen Low SUV di Indonesia juga relatif lesu. Toyota Rush yang menjadi primadona di segmen ini mengalami penurunan drastis dari 5.474 unit pada bulan Mei menjadi 2.835 unit pada bulan Juni 2019.

    Meski bukan angka ril penjualan mobil (retail), data wholesales Gaikindo ini menunjukkan adanya tren penurunan terhadap Toyota Rush. Begitu pun dengan saudara kembarnya, Daihatsu Terios. Mobil tujuh kursi jagoan Daihatsu ini membukukan 610 unit, jumlah terkecil Terios selama tahun 2019.

    Adapun dua merek lain yang turut meraikan segmen mobil SUV tujuh kursi antara lain, Honda BR-V dan DFSK 560. Untuk BR-V, mobil inin mengalami tren positif, ya setidaknya dalam tiga bulan terakhir. Angkanya selalu meningkat meski tidak signifikan.

    Sementara Glory 560 yang terbilang pendatang baru di segmen ini belum menunjukkan tajinya. Sejak bulan April hingga Juni, mobil Rp 200 jutaan ini belum mencapai seribu unit untuk wholesales.

    Berikut ini rapor penjualan Low SUV (Seven Seater) berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Juni 2019;

    Toyota Rush
    2.835 unit (Juni)
    5.474 unit (Mei)
    5.474 unit (April)

    Daihatsu Terios
    610 unit (Juni)
    817 unit (Mei)
    1.289 unit (April)

    Honda BR-V
    610 unit (Juni)
    538 unit (Mei)
    306 unit (April)

    DFSK Glory 560
    185 unit (Juni)
    160 (Mei)
    - (April)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.