Benelli Siapkan Model Matik Baru Tantang Vespa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benelli meluncurkan dua produk baru Leoncino dan TRK502X di ajang IIMS 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Benelli meluncurkan dua produk baru Leoncino dan TRK502X di ajang IIMS 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, JakartaBenelli Motor Indonesia telah menyiapkan model baru untuk mendongkrak penjualan di Indonesia. Presiden Direktur Benelli Motor Indonesia Stefan Kentjana Putra mengungkapkan akan memasarkan model matik untuk memperluas dan mendongkrak penjualan di Indonesia. "Prinsipal minta kami menjual model matik," katanya, Rabu 31 Juli 2019.

    Menurut dia, prinsipal Benelli di Cina menilai Benelli Indonesia telah sukses memasarkan produk sport di Indonesia. Sehingga, prinsipal menjual model matik sebagai penerus dari Zafferano 250cc. "Modelnya beda dari Jepang, nanti akan mirip dengan model Italia seperti Vespa dan Lambretta," ujarnya.

    Matik merupakan pasar yang besar di Indonesia. Sehingga model matik bisa menjadi salah satu model yang bisa menangguk pundi-pundi lebih besar. Motor ini akan memiliki kapasitas 150cc dengan harga sekitar Rp 20 jutaan. Hanya Stefan masih enggan mengungkap detail spek matik yang akan dijual di Indonesia tersebut.

    Ia tidak menampik akan sulit bersaing dengan pabrikan Italia lainnya seperti Vespa dan Lambreta. "Makanya kita memang tahu diri harus bersaing dengan Jepang dan Italia. Sekarang yang penting (penetrasi) brand dulu. Sekarang di daerah sudah banyak yang mengenal Benelli."

    Kemungkinan model baru ini akan dirakit di Indonesia, Stefan membuka hal tersebut. Alasannya, Benelli telah memiliki pabrik perakitan di Gunung Putri, Bogor dan menyusul adanya kerjasama dengan Kalla Group. Saat ini, pabrik perakitan di Gunung Putri bisa memproduksi 5.000 unit per bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.