Test Ride Benelli Leoncino 250: Handling Nurut, Mesin Smooth

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menguji motor Leoncino 250 di area JI Expo Kemayoran Rabu 31 Juli 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Menguji motor Leoncino 250 di area JI Expo Kemayoran Rabu 31 Juli 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Benelli Leoncino telah hadir dalam varian kapasitas 250cc yang tentunya harga terjangkau Rp 49,5 juta. Tampilan generasi baru Leoncino lebih keren dengan instrumen full digital modelnya mirip dengan KTM Duke kotak namun informasinya lengkap. Benelli Leoncino 250 tampil perdana pada ajang GIIAS 2019. "Respon (konsumen) cukup bagus, tapi ini kan single silinder sedangkan orang masih banyak yang cari suara yang padet dua silinder," kata Steven Kentjana Putra, Direktur PT Benelli Anugerah Motor Pusaka, Rabu 31 Juli 2019.

    Saat pertama melihat Leoncino ini mengingatkan pada model Husqvarna Vitpilen 701. Modelnya bergaya scramble dengan kombinasi nuansa klasik dan modern. Cat bodi glossy merah dengan bodi menggunakan warna hitam matte menambah kesan garang sebagai motor scrambler. Nuansa modern nampak pada penggunaan lampu depan LED dengan DRL lonjong, lampu belakang imut dan penggunaan instrumen full digital. Adapun nuansa klasik penggunaan sasis model scrambler dan jok dengan garis-garis mengingatkan jok era 1980-an. Tempo menyempatkan menjajal model terbaru Benelli ini area parkir JI Expo Kemayoran Jakarta Pusat. 

    Benelli Leoncino 250 di area JI Expo Kemayoran Rabu 31 Juli 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Ketika Tempo dengan postur tinggi badan 160 sentimeter naik ke jok motor, kaki tidak menapak sempurna karena tinggi jok ke tanah mencapai 810 mm. Meski demikian tetap mudah mengendalikan motor. Ketika starter dihidupkan suara knalpot halus dan suara mesin satu silinder yang kurang greget. Maklum tidak ada yang menampik konsumen Indonesia masih sangat mengidolakan suara mesin stereo dua silinder.

    Selanjutnya: Posisi stang lebih....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.