Toyota Supra Ini Tampil Ceper dengan Velg Vossen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Supra tampil dengan velg Vossen dan lebih ceper dibanding versi standar, 1 Agustus 2019. (Carscoops)

    Toyota Supra tampil dengan velg Vossen dan lebih ceper dibanding versi standar, 1 Agustus 2019. (Carscoops)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengiriman mobil Toyota Supra terbaru ke konsumen sudah dimulai di Amerika Serikat. Salah satunya langsung dipermak dengan penampilan keren. Dilansir Carscoops.com, mobil sport ikonik ini terlihat lebih ceper dan gagah dengan velg khusus yang dibuat Titan Motorsport.

    Sebelumnya orang yang mengkritik gaya eksterior Supra baru tersebut. Sebab dinilai tidak lebih baik dari mobil konsep FT-1 yang juga banyak meminjam desain Supra. Hal ini mungkin disebabkan karena Toyota Supra generasi sebelumnya dianggap memiliki karakter kuat dan sangat dicintai para penggemar otomotif dunia.

    Celah itu akhirnya tertutupi dengan disematkannya roda aftermarket dari merek Vossen tersebut. Selain itu ada juga penambahan suspensi baru yang membuat Supra baru ini terlihat lebih spory. Bisa juga disebut sebagai opsi lowering kit untuk membuat penampilan Supra lebih bernuansa balap.

    Toyota memang begitu bersemangat menggandeng aftermarket untuk membantu Supra baru tampil lebih gagah dan diterima di pasar. Menurut Carscoops, Toyota Supra akan mendapat banyak modifikasi di ajang SEMA Show 2019 nanti.

    Generasi terbaru Supra ini diketahui menggunakan platform yang sama dengan BMW Z4 generasi terbaru. Supra menggendong mesin enam silinder 3.000 cc plus turbo, atau sama dengan yang digunakan Z4.

    Sebagai tambahan informasi, PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia juga telah memperkenalkan mobil sport legendarisnya, yakni Toyota GR Supra. Mobil ini mejeng di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019.

    Adapun Toyota Supra yang dipasarkan di Indonesia yaitu varian yang membonceng mesin 3000 cc turbo. Harganya dibanderol sekitar Rp 2 miliar dan diimpor secara utuh (CBU) dari Austria.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.