Komunitas Royal Enfield Dunia Ngumpul di Bali 24-25 Agustus 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Royal Enfield International Jamboree 2019. Antara News/Chairul Rohman

    Royal Enfield International Jamboree 2019. Antara News/Chairul Rohman

    TEMPO.CO, Jakarta - Royal Riders Indonesia (RoRI) sebagai komunitas terbesar dari Royal Enfield di Indonesia, membuka rangkaian perhelatan International Royal Enfield Jamboree 2019 yang akan berlangsung di pantai Melasti Bali, pada 24-25 Agustus.

    "Acara itu merupakan kelanjutan kegiatan serupa seperti yang di Bandung. Tapi, kami meningkatkan tingkat penyelenggaraan dalam kategori internasional," ujar National President Royal Rider Indonesia Donny Hendaris di Jakarta, Sabtu, 3 Agustus 2019.

    Donny mengatakan jambore komunitas sepeda motor besar itu bukan hanya akan dihadiri para pengendara dari Tanah Air. Para pengendara mancanegara juga akan mengikuti kegiatan International Royal Enfield Jamboree 2019 di Bali.

    "Tidak hanya dari Indonesia, para rider dari mancanegara seperti dari Amerika Serikat, Jepang, India, Singapura, dan Malaysia juga akan ikut serta," katanya.

    Sebanyak 2.000 pengendara diproyeksikan akan mengikuti Jambore Royal Enfield baik dari Indonesia dan juga mancanegara. Kegiatan yang mengangkat tema "Light Your Fire" itu akan menekankan tiga hal penting antara lain persahabatan antar bangsa, budaya Indonesia, dan pelestarian lingkungan.

    Sementara, Communication Director International Royal Enfield Jamboree 2019 Joseph Sinaga menambahkan acara itu bertujuan memperkuat hubungan antar-pecinta Royal Enfield dan kendaraan roda dua di wilayah Asia Pasifik, sekaligus menjaga lingkungan melalui bersih-bersih pantai Melasti.

    "Interrnational Royal Enfield Jamboree 2019 bukan hanya bagi pecinta Royal Enfield saja. Semua acara itu terbuka untuk umum," kata Joseph Sinaga.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara