Bukan Bertambah, Kandungan Lokal AMMDes Malah Turun 20 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil AMMdes di GIIAS 2018. 3 Agustus 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Mobil AMMdes di GIIAS 2018. 3 Agustus 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) atau kandungan lokal AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Pedesaan) yang semula mencapai 90 persen kini turun menjadi 70 persen.

    Artinya kandungan lokal pada produk yang disebut juga sebagai mobil pedesaan itu turun 20 persen. Lantas apa penyebabnya?

    Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, mengatakan bahwa penurunan kandungan lokal itu karena mesin yang digunakan pada AMMDes sudah diganti.

    "Karena menggunakan engine stasioner dulu. Arahannya menggunakan mesin kendaraan makanya sekarang pakai mesin kendaraan gif yang dipakai oleh, itu sudah banyak digunakan," ujarnya kepada wartawan di gedung Kemenperin, Senin 5 Agustus 2019.

    Alasan penggantian mesin tersebut tidak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena AMMDes yang awalnya untuk di jalan off road ternyata ada juga perimtaan untuk di jalan biasa.

    "Jadi kan gini jadi yang kemarin itu yang low speed itu memang kita bener-benar arahkan untuk memenuhi kebutuhan di pedesaan yang off road. Nah ternyata permintaannya adalah ke depannya perkembangannya adalah ini tidak hanya bisa di off road saja, bagai mana pun masyarakatnya akan melalui jalan, apa lagi kita ke logistik itu yang kita pikirkan perkembangannya," jelas Putu.

    Mesin tersebut saat ini masih diimpor dari India, sehingga itulah yang menyebabkan kandungan lokal pada AMMDes turun 20 persen. Karena kata Putu, Indonesia belum bisa memproduksi mesin tersebut sendiri. Selain mesin Putu juga menyebut gearbox AMMDes saat ini diimpor dari Taiwan.

    "Kan skala ekonominya belum tercapai, nah sehingga dengan impor enginenya ini jadi turun (kandungan lokalnya)," tutur Putu.

    Lanjut Putu menjelaskan saat ini yang harus dikejar untuk kembali meningkatkan kandungan lokal AMMDes adalah skala ekonominya. Sebab untuk memproduksi mesin dan gearbox butuh skala ekonomi yang memadai dan nantinya tidak dapat bersaing. "Kalau angka skala ekonomi itu sekitar 10.000an, 7.500-10.000an," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.