TAM Buka Kemungkinan Jual Toyota Sienta Hybrid di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Sienta di ajang IIMS 2016, Kemayoran. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota Sienta di ajang IIMS 2016, Kemayoran. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak beberapa waktu lalu santer terdengar kabar Toyota Sienta hybrid akan hadir di Indonesia. PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek Toyota di Indonesia tidak menampik kemungkinan Sienta hybrid hadir di Indonesia.

    Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto menyebut saat ini Sienta Hybrid masuk dalam pertimbangan TAM sebagai salah satu produk yang akan dihadirkan di Indonesia.

    Namun pria yang akrab disapa Soerjo itu tidak menjelaskan secara detil waktu peluncuran Sienta Hybrid. Jika pasarnya sudah jelas tidak menutup kemungkinan mobil segera hadir di tanah air.

    "Iya (tidak menutup kemungkinan Sienta hybrid hadir), tapi kalau kita masih ragu-ragu, marketnya ada atau enggak mungkin kita tidak meng-consider dia untuk ada gitu loh," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa 6 Agustus 2019.

    Yang pasti kata Soerjo, sejalan dengan tagline Toyota, mereka pasti akan terus mengembangkan produk-produk yang memang cocok untuk pasar Indonesia.

    "Yang namanya pengembangan model, engine, itu pasti dilakukan. Aspirate Toyota saja sudah jelas kan let's go beyond, beyond product, beyond technology, beyond service ada lagi sendiri. Nah dengan kita meng-adopt (tagline) gitu berarti kita di-challange terus untuk bikin yang namanya improvement-improvement," tuturnya.

    Ia juga menyebut pada dasarnya bukan hanya Sienta yang bisa dibekali mesin hybrid, namun semua jajaran produk Toyota di Indonesia juga bisa.

    "Nah jawaban saya bisa kita mengimplementasikan hybrid disemua kendaraan yang ada apakah itu MPV, LCGC, SUV, itu bisa semua. Jadi kalau saya disuruh jawab ya nggak ada yang nggak mungkin," ujar Soerjo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.