Balapan di Jepang, Mobil Formula UGM Usung Mesin Motor KTM 450cc

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Formula Bimasakti UGM menggunakan mesin sepeda motor KTM 450cc. 7 Agustus 2019. TEMPO/Muh. Syaifullah

    Mobil Formula Bimasakti UGM menggunakan mesin sepeda motor KTM 450cc. 7 Agustus 2019. TEMPO/Muh. Syaifullah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bimasakti Racing Team Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusung mesin sepeda motor KTM 450 cc untuk berlaga di ajang prestisius Student Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Jepang. Serangkaian kegiatan dilaksanakan pada 27 – 31 Agustus 2019.

    “Kami menggunakan mesin KTM 450 cc. Yaitu KTM 450 SX-F 2019 dilengkapi dengan fitur launch control yang dapat meminimalisir slip pada ban belakang saat start,” kata Muhammad Kamal Ardi Putra selaku ketua tim BM-8 saat persiapan di halaman Gedung Pusat UGM, Rabu petang, 7 Agustus 2019.

    Keunggulan lainnya dari engine KTM 450 SX-F 2019 ialah mesin ini cukup ringan dan memiliki torsi besar di putaran mesin rendah sehingga cocok digunakan untuk sirkuit FSAE. Karena treknya  memiliki banyak belokan dan trek lurus yang pendek.  Maka perlu mesin dengan respon awal yang baik.

    Selain itu, mobil BM-8 juga menerapkan Anti Roll Bar atau ARB guna meningkatkan roll moment inertia pada mobil dan untuk meningkatkan traksi pada ban saat bermanuver. Pada bagian aerodinamikan tim mengimplementasikan multi stage airfoil pada sayap belakang dan fitur cascade winglets pada sayap depan.

    “Pada sayap depan itu gunanya untuk mengalirkan angin supaya tidak terkena ban,” kata dia.

    Ban menggunakan Hoosier buatan Amerika. Sedangkan pelek menggunakan ring 18 inchi.  Knalpot menggunakan 3tech buatan Indonesia.  Shock breaker menggunakan Ohlinas.

    “Untuk sasis semua buatan dalam negeri,” kata dia.

    Ia mengaku akan membawa 10 ban untuk lomba ini. Harga satu ban Hoosier Rp 2,5 juta begitu pula pelek dengan harga yang sama. 

    Kecepatan bisa mencapai 95 kilometer per jam. Di awal start jarak 75 meter bisa ditempuh dalam 4,5 detik. 

    Perlombaan Student Formula Japan ini merupakan Monozukuri Design Competition yang  mengajak mahasiswa untuk mendesain, membangun, dan mengembangkan mobil tipe formula dalam skala kecil. Aspek yang dinilai terbagi atas static event dan dynamic event.

    Static event meliputi tiga hal yaitu cost event, design event, dan presentation event. Sementara itu, dynamic event terdiri atas acceleration, skidpad, autocross, dan endurance.

    Pada Student Formula SAE Japan tahun 2018, Bimasakti Racing Team UGM berhasil memperoleh prestasi yang cukup fantastis. Pencapaian tertinggi yang Tim Bimasakti UGM dapatkan adalah memperoleh peringkat ke-3 di Bussiness Presentation Event di Student Formula SAE Competition of Japan 16th 2018. Bimasakti juga berhasil meraih JAMA CHAIRMAN AWARD dalam ajang yang sama.

    Penghargaan JAMA  ini diberikan kepada tim yang berhasil melewati semua rangkaian perlombaan tanpa nilai penalti mulai dari registration, document submission, maupun technical inspection. Prestasi lain yang juga berhasil dicapai oleh Tim Bimasakti dalam ajang tersebut yaitu 1st Place Endurance Event from Southeast Asia, 10th Place Skidpad Event, dan 26th Overall Rank of 2018 Student Formula Japan. 

    Saat ini, mobil Bimasakti sudah masuk generasi ke-8. Generasi ini dipimpin oleh Muhammad Kamal Ardi Putra (Teknik Mesin 2015) sebagai Team Captain, Cahyo Wibi Yogiswara (Teknik Mesin 2016) sebagai Chief of Technical Division, dan Made Bilan Asasia Binov (Manajemen 2016) sebagai Chief of Management Division.

    “Kami menerapkan prinsip ergonomika pada bagian kokpit untuk mempermudah pengendalian mobil serta memperhatikan segi kenyamanan driver,” kata Kamal. 

    Dosen pembimbing tim Bimasakti Fauzun menyatakan, berat mobil formula ini sekitar 205 kilogram.  Mesin KTM diambil dari sepeda motor yang dibeli oleh tim. Biaya keseluruhan sekitar Rp 600 jutaan.

    “Beberapa komponen masih impor tetapi banyak komponen buatan lokal dan buatan mahasiswa,” kata dia.

    Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Djagal Wiseso Marseno menyatakan dukungan bagi Tim Bimasakti. Tim harus fokus hingga kompetisi dimulai, agar dapat meraih prestasi yang terbaik.

    “Kami mendukung kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.