Penjualan Mobil Diesel Anjlok, Bosch Bersiap PHK Karyawan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skuter listrik Bosch dipamerkan di GIIAS 2019. 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Skuter listrik Bosch dipamerkan di GIIAS 2019. 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Bosch, Volkmar Denner, mengumumkan bahwa penurunan permintaan kendaraan diesel akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan yang ia pimpin.

    Ia menyebut penurunan penjualan kendaraan bermesin diesel berdampak pada karyawan yang berada di pabrik produksi diesel. Denner mengklaim perusahaan telah mengambil langkah dengan cara yang bertanggung jawab terhadap kemungkinan pemutusan hubungan kerja.

    "Pilihan untuk menanggapi permintaan yang menurun termasuk skema pesangon, skema pensiun dini atau mengurangi jumlah karyawan sementara," kata Denner kepada surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung seperti dikutip dari China Daily, Selasa, 6 Agustus 2019.

    "Bosch berjuang saat ekonomi sedang turun dan pergolakan di industri otomotif," kata Denner.

    Bosch yang dikenal sebagai pemasok otomotif terbesar dunia berharap total penjualan tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. "Situasinya, Bosch tidak akan mampu mempertahankan pencapaian yang tinggi pada tahun sebelumnya," ujar Denner. "Tentu saja kami harus menghadapi permintaan yang terus menurun."

    Denner menjelaskan bahwa penurunan kinerja Bosch dipengaruhi oleh penurunan permintaan mesin diesel, khususnya di Eropa dan India. "Jika kita mempekerjakan 10 rekan untuk sistem injeksi diesel, ada tiga untuk sistem bensin dan hanya satu untuk kendaraan listrik," kata Denner.

    Menurut Denner, 50.000 pekerjaannya di seluruh dunia bergantung pada mesin diesel, dan lebih dari 15.000 di antaranya berada di Jerman.

    Tahun lalu, Bosch telah memangkas 600 pekerjaan di pabrik produksi diesel Jerman dengan tidak memperbarui kontrak jangka tetap atau mengirim rekanan pada paruh waktu pensiun dini.

    Denner mengklaim telah membuat perubahan lebih lanjut tergantung pada tren pasar, tetapi mengatakan bahwa pasar mobil terus mengalami penurunan, terutama mobil dengan mesin diesel. "Jauh lebih lemah daripada yang kita semua pikirkan setahun yang lalu," katanya. "Dan ini bukan bersifat jangka pendek yang bisa diatasi dengan cepat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.