Januari-Juli 2019 Ekspor Mobil CKD Naik 900 Persen, Honda Dominan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Brio ekspor perdana ke Filipina, Rabu, 10 April 2019. Mobil itu dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (HPM)

    All New Honda Brio ekspor perdana ke Filipina, Rabu, 10 April 2019. Mobil itu dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (HPM)

    TEMPO.CO, JakartaEkspor mobil terurai alias completely knock down (CKD) melejit lebih dari 900 persen (yoy) sepanjang 7 bulan pertama 2019 berkat kontribusi besar Honda.

    Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek yang telah mengekspor Honda Brio secara utuh ini, mengapalkan secara terurai sebanyak 374.225 unit, naik tinggi dibandingkan periode yang sama 2018 yang hanya sebanyak 28 unit.

    Peringkat kedua ekspor CKD ditempati oleh Toyota dengan 20.980 unit, sedikit melambat dibandingkan periode yang sama 2018 yang sebanyak 21.040 unit. Posisi berikutnya ditempati Suzuki dan DFSK dengan ekpor CKD masing-masing sebanyak 16.728 unit dan 90 unit.

    Pada sisi komponen, ekspor asal Indonesia juga meningkat sebesar 7,3 persen dengan total ekspor komponen sebanyak 43,6 juta set. Ekspor komponen terbesar dipegang oleh Toyota, disusul Honda, Suzuki dan Hino.

    Gaikindo juga mencatat total ekspor completely built-up (CBU) sebanyak 136.956 unit pada Januari-Juli 2019. Angka itu naik 21,8 persen dengan pertumbuhan paling tinggi dicatatkan oleh Mitsubishi Motors yang mengapalkan Mitsubishi Xpander yang naik hingga 974,4 persen atau setara dengan 24.356 unit.

    Adapun, eksportir paling besar masih dipegang oleh merek Toyota baik yang dikapalkan oleh Toyota ataupun Daihatsu. Ekspor Toyota tercatat sebanyak 38.947 unit, sedangkan Daihatsu sebanyak 55.184 unit. Total ekspor mobil Toyota utuh itu hanya tumbuh 1 persen dibandingkan periode yang sama 2018.

    Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan, perkembangan ekspor tidak lepas dari kondisi ekonomi negara tujuan ekspor. TMMIN terus memantau perkembangan ekonomi negara tujuan ekspor seperti di Timur Tengah, Oceania, Amerika Selatan dan lainnya.

    "Kemudian bahwa produk-produk kita cukup kompetitif karena pesaingan di global juga ketat tidak hanya di domestik," ujarnya belum lama ini.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.