Ini Penyebab Penjualan Toyota Sienta Terus Melorot

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Sienta di ajang IIMS 2016, Kemayoran. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota Sienta di ajang IIMS 2016, Kemayoran. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan Salah satu produk Multi Purpose Vehicle (MPV) milik Toyota di Indoensia yakni Toyota Sienta, terus mengalami penurunan. PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek Toyota di Indonesia pun tidak menampik hal tersebut.

    Namun dikatakan Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto, penurunan penjualan itu bukan semata-mata karena produk tidak laku, tapi ada alasan lainnya.

    Ia menyebut Sienta merupakan mobil perkotaan yang jangkauan pemakaiannya rata-rata hanya sebatas di dalam kota. Tidak seperti mobil MPV Toyota lainnya seperti Toyota Avanza atau Toyota Kijang Innova.

    "Nah mesti tahu dulu kok bisa turun-turun terus. Jadi Sienta itu kan mobil city car, multi activity car (MAC), dia bukan jenis multi purpose vehicle, bukan jenis sport utility vehicle, memang dia buat multi activity vehicle kota besar, city car," ujar Soerjo kepada wartawan di Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019.

    "Kendaraan city car kaya gini (sienta) beda sama kelasnya MPV, SUV, Avanza, Innova, sama Rush, kalau mereka ini kan dipakainya sampai ke luar kota, jadi market itu lebih gede, kalau ini karena marketnya kecil," tambahnya.

    Namun hingga saat ini Soerjo mengaku penjualan Sienta sedang diusahakan untuk pulih dengan mengandalkan layanan purna jual yang baik dan mengatur stok yang ada di dealer.

    "Pelan-pelan recovery karena menurut saya Toyota itu memang kuat di masalah servises aftersales-nya, kemudian yang kedua kami bisa maintance stock-stock yang ada di dealer," katanya.

    Penjualan Toyota Sienta periode Januari hingga Juni pun kata Soerjo memang terus mengalami penurunan. Meski begitu, TAM masih ingin mempertahankan Toyota Sienta di Indonesia

    "Januari 411 unit, Februari 291 unit, Maret 253 unit, April 275 unit, Mei 190 unit, Juni 129 unit, tapi ini karena season-nya lebaran kan orang lebih cari Innova sama Avanza, ini retailsales," pungkas Soerjo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.