Inden Honda ADV 150 di Bali Dijamin Hanya Sebulan, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran Honda ADV 150 di Bali. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Peluncuran Honda ADV 150 di Bali. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor menggandeng main dealer Honda di Bali untuk penggelar World Priemer Riding Honda Adv 150 pada Jumat 9 Agustus 2019. Dalam pengujian motor ini, AHM melibatkan jurnalis, blogger hingga komunitas.

    Dalam kesempatan tersebut, Astra Motor menggelar softlaunching regional di Bali dengan menghadirkan hiburan diantaranya mendatang artis Ibu Kota Andra and the Backbone hingga youtuber lokal Bali. Acara ini digelar di Galeria Mall. "Target kami bisa mengejar penjualan Honda Adv 100 unit selama 3 hari gelaran," ujar Thomas Pradu Marketing Sub Departemen Head Astra Motor Bali, Jumat 9 Agustus 2019.

    Penjualan 100 unit Honda Adv tersebut untuk mengejar target bulanan yang dipatok 1.000 unit per bulan. Motor bergenre adventure ini dibanderol dengan harga Rp 35,1 juta untuk tipe CBS dan Rp 38,05 juta untuk tipe ABS. Untuk mendongkrak penjualan, Astra Motor memberikan promo khusus bagi konsumen yang mengajukan kredit yaitu hadiah langsung powerbank dan potongan 2 kali cicilan.

    Selain itu, Astra Motor Bali juga memiliki promo khusus konsumen berdomisili di Bali dan dengan identitas Bali bisa membeli motor Honda ADV dengan harga Rp 20 juta. "Hanya satu unit, syaratnya dia juga harus pernah punya motor Honda," ujarnya.

    Ia menjamin inden motor Honda ADV tidak akan sampai sebulan di Bali. Thomas beralasan Bali mendapat previllage dari Astra Honda Motor untuk mendapat jatah dibandingkan daerah lain. "Inden tidak akan lama." Hingga saat ini, inden Honda ADV di Bali mencapai 759 SPK yang dibuka sejak 20 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.