Enam Varian Royal Enfield Bullet 350 dan 350 ES Meluncur

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor Royal Enfield seri Bullet Himalayan yang dipamerkan dalama acara Gaikindo Indonesia Intenational Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, Banten, 12 Agustus 2016. Royal Enfield. TEMPO/Fajar Januarta

    Motor Royal Enfield seri Bullet Himalayan yang dipamerkan dalama acara Gaikindo Indonesia Intenational Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, Banten, 12 Agustus 2016. Royal Enfield. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, JakartaRoyal Enfield meluncurkan sepeda motor Bullet 350 dan Bullet 350 ES yang tersedia dalam enam varian sekaligus dengan harga Rs 1,12 lakh (Rp22,4 juta), yang mulai dipasarkan pada Jumat, 9 Agustus 2019, waktu India.

    "Kami melihat permintaan yang signifikan di kota-kota kecil yang menunjukkan potensi pertumbuhan luar biasa dan segera menjadi pasar yang besar untuk segmen sepeda motor kelas menengah," kata CEO Royal Enfield, Vinod K Dasari, dilansir Economic Times.

    Bullet 350 hadir dengan desain kontemporer serta warna dan corak baru. Selain kelir hitam biasa, tunggangan itu juga tersedia dengan tiga warna baru yakni silver, biru dan hitam metalik. Sedangan model Bullet 350 ES hadir dalam pilihan warna hitam, merah, biru, merah marun dan silver.

    Untuk menunjang penjualan, Royal Enfield memperluas cakupan pasarnya dengan membuka 250 jaringan ritel dan berencana menambah 250 jaringan penjualan lainnya di kota-kota kecil pada sisa 2019.

    Pabrikan sepeda motor berdesain klasik itu sudah memiliki 930 jaringan penjualan dengan 900 bengkel resmi di seluruh India.

    "Calon pengendara sepeda motor di kota-kota itu menangkap dengan cepat tren sepeda motor untuk kebutuhan rekreasi," kata Vinod.

    Vinod menambahkan, "Dengan maksud memperluas jangkauan secara signifikan dan jaringan yang kuat di kota-kota ini, kami dengan senang hati mengumumkan peluncuran 250 Royal Enfield Studio Stores."

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.