Penjualan Kendaraan Listrik di Kanada Melonjak, Simak Insentifnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Model X. 10 Juni 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Tesla Model X. 10 Juni 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kanada berharap agar warganya semakin banyak yang beralih ke kendaraan listrik. Sejumlah paket insentif berupa potongan harga diklaim menjadi faktor pendorong meningkatnya angka penjualan mobil listrik di negara.

    Pemerintah Kanada mengkalim telah memberikan insentif lebih dari 14.000 unit kendaraan listrik di Kanada. Angka itu naik sekitar 2 persen dari tahun 2018. Pemerintah berharap agar angka itu menigkat menjadi 10 persen pada tahun 2025, 30 persen pada tahun 2030 dan 100 persen pada tahun 2040.

    "Kami tidak pernah berpikir kami bisa mencapai target seperti ini. Ya, tentu saja potongan harga sangat membantu," kata CEO Plug'n Drive, Cara Clairman seperti dikutip dari HuffPost Kanada, 7 Agustus 2019.

    Plug’n Drive adalah sebuah organisasi nirlaba yang gencar mempromosikan penggunaan kendaraan listrik. "Orang-orang begitu yakin pada perjalanan satu kali itu, tetapi kenyataannya adalah kebanyakan orang Kanada memang bekerja setiap hari," ujarnya.

    Insentif dan dukungan dari pemerintah membuat perbedaan. Sejurus dengan itu, tersedianya banyak model dan peningkatan kesadaran membuat program ini mendapat respons positif dari warga Kanada.

    Program Ottawa berlaku untuk kendaraan yang dibeli atau disewa, baik mobil listrik baterai, mobil hybrid, hybrid plug-in, dan fuell cell atau mobil listrik berbahan bakar hidrogen.

    "Selama tiga bulan terakhir, program Insentif untuk Kendaraan Tanpa Emisi telah mempermudah warga Kanada untuk menjadi bagian dari solusi perubahan iklim sambil mengurangi biaya mengemudi harian mereka," kata Menteri Transportasi Kanad, Marc Garneau dalam suatu kesempatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.