Airbag Lutut Tak Mengurangi Cedera saat Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Airbag kaki dalam pengujian Lembaga untuk Keselamatan Jalan Raya (IIHS). Sumber: carscoops.com

    Airbag kaki dalam pengujian Lembaga untuk Keselamatan Jalan Raya (IIHS). Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga untuk Keselamatan Jalan Raya (IIHS) di Amerika Serikat telah menyimpulkan bahwa airbag lutut memberikan sedikit manfaat keselamatan bagi pengemudi dan penumpang di kursi depan.

    Untuk mempelajari efektivitas airbag lutut, IIHS menyusun laporan kecelakaan untuk lebih dari 400 kecelakaan frontal di 14 negara bagian di AS. Mereka kemudian membandingkan risiko cedera pada kendaraan dengan airbag lutut dengan kendaraan tanpa mereka. Kesimpulannya? Airbag lutut tidak terlalu berguna.

    "Airbag lutut hanya memiliki efek kecil pada tindakan cedera dengan alat bantu boneka. Dalam tes overlap, airbag lutut dikaitkan dengan peningkatan risiko cedera untuk cedera kaki bagian bawah dan cedera tulang paha kanan, meskipun risiko cedera kepala sedikit berkurang. Airbag tidak berpengaruh pada tindakan cedera dalam uji overlap sedang. ”

    Selain itu, penyelidikan IIHS menemukan bahwa skor airbag lutut mengurangi cedera risiko keseluruhan dari 7,9 persen menjadi 7,4 persen, itu tidak cukup untuk peningkatan yang signifikan secara statistik.

    "Ada banyak strategi desain yang berbeda untuk melindungi terhadap jenis cedera kaki dan yang dimaksudkan oleh airbag lutut," kata insinyur riset senior IIHS, Becky Mueller. "Pilihan lain mungkin sama, jika tidak lebih efektif."

    IIHS mengatakan banyak produsen mobil memasang airbag lutut untuk lulus tes keselamatan menggunakan dummies unbelted. Mereka menyarankan ada kemungkinan airbag lutut akan lebih efektif dalam mencegah cedera dari mereka yang tidak menggunakan sabuk pengaman, tetapi studi IIHS tidak melihat secara spesifik pada kecelakaan di mana orang tidak menggunakan sabuk pengaman mereka.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.