AP250 ARRC Cina: Rapid Topan Juara, Irfan Ardiansyah Podium Kedua

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Astra Honda Irfan Ardiansyah saat berlaga di balap motor ARRC AP250 di Sirkuit Buriram, Thailand, 1 Mei 2019. (AHM)

    Pembalap Astra Honda Irfan Ardiansyah saat berlaga di balap motor ARRC AP250 di Sirkuit Buriram, Thailand, 1 Mei 2019. (AHM)

    TEMPO.CO, Zhuhai - Pembalap Indonesia, Rapid Topan Sucipto kembali meraih kemenangan pada balapan kedua dalam Kejuaraan Asia Road Racing Championship atau ARRC kelas AP250 di Zhuhai, Cina Minggu 11 Agustus 2019. Rapid Topan yang membela bendera Bike Corner SYS KYT Racing Team mampu mengalahkan Irfan dari Astra Honda Racing Team dengan selisih waktu 0,093 detik. Adapun podium ketiga Piyawat Patoomyos dari AP Honda Racing Thailand dengan selisih 0,978 detik.

    Topan yang menang dalam balapan pertama menerapkan strategi tak terlalu ngotot atau memaksakan diri dalam putaran awal. Ia masih ngirit ban dan mesin untuk digunakan pada lap-lap terakhir. "Saya memilih menunggu dulu, setelah beberapa lap terakhir saya menyelesaikan balapan dengan baik. Saya persembahkan kemenangan saya ini untuk hari kemerdekaan Indonesia," kata pembalap yang pernah mencicipi kelas Moto2 pada 2012.

    Kemenangan Topan ini diwarnai insiden tiga pembalap Honda harus tersingkir dari balapan, salah satunya Awhin Sanjaya yang bernasib kurang beruntung. Hal ini diakibatkan Piyawat Patoomyos yang sempat keluar dari racing line namun berusaha masuk ke jalur tersebut. Sehingga mengakibatkan pembalap lain juga ingin masuk dan menyenggol pembalap lainnya. Selain Awhin, pembalap Thailand Muklada Sarapueh juga harus pulang dengan nol poin di balap kedua ini.

    Adapun pemimpin klasemen Andy Muhammad Fadli tercecer di posisi kesembilan kini mengumpulkan 145 poin. Meski posisi kedua, Irfan cukup lega karena jarak poin dengan Andy makin dekat setelah dalam balapan di Zhuhai ini meraih dua kali podium dengan total 140 poin. "Saya senang bisa di depan bisa dekat dekat dengan Fadli. Saya bisa mempertahankan rytm untuk tetap berada di podium," ujarnya.

    Lucky Hendriansya dari AHRT berada di posisi keempat dengan selish waktu 1,001 detik dan Reynaldo C Ratukore yang membela tim Malaysia berada di posisi kelima dengan selisih 1,683 detik. Angg Setiawan pembalap Yamaha Indonesia berada di posisi keenam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.