Kemenperin Berharap Esemka Jadi Merek Mobil Nasional

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian-bagian Mobil Esemka dipamerkan di Kemenperin, 13-14 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Bagian-bagian Mobil Esemka dipamerkan di Kemenperin, 13-14 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Solo Manufaktur Kreasi selaku produsen mobil Esemka, akan menandatangi Letter of Intent (LOI) dengan industri otomotif di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Dengan begitu diharapkan Esemka jadi merek mobil lokal.

    Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto, mengatakan bahwa produk lokal yang dimaksud bukan hanya komponennya atau perakitannya yang lokal seperti mobil low cost green car (LCGC) yang punya komponen lokal tinggi dan dirakit lokal.

    Namun mereknya bukan dari Indonesia. Dengan adanya penandatanganan LOI tersebut, diharapkan Esemka jadi mobil merek lokal.

    "Kalau kita liat di LCGC sudah sampai 80 persen TKDN-nya. Itu udah dibuat komponen. Nah itu yang kita sebut sebagai national car. Brand memang LCGC itu asing," ujarnya dalam seminar di gedung Kemenperin.

    "Nah kebetulan Esemka di Solo ini brand lokal. Nah kami berharap lokal ini jadi national car utuh, bukan hanya local contend, tapi brand-nya," tambah Harjanto.

    Selain itu Harjanto juga menghimbau untuk para produsen mobil agar meningkatkan penggunaan komponen lokal pada setiap produk yang dibuat.

    "Pendandatanganan letter of intent, mudah-mudahan bisa jadi letter of agrement. Jadi saya minta kalau bikin mobil ya pakai komponen dalam negeri. Jadi lokal konten bisa ditingkatkan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.