Pabrik Esemka di Boyolali Sedot Investasi Rp 600 Miliar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Pikap Esemka Bima terparkir di halaman pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 24 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Mobil Pikap Esemka Bima terparkir di halaman pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 24 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), produsen mobil Esemka, di Boyolali menghabiskan dana investasi senilai Rp 600 miliar. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluar 115 ribu meter per segi dengan luas bangunan 12.500 meter per segi. Tanah itu disewa untuk jangka waktu selama 30 tahun.

    Pabrik ini dilengkapi dengan ruang pamer, pengecatan, perakitan kendaraan, perakitan mesin, pengetesan mesin, pengetesan kendaraan, dan inspeksi.

    Presiden Direktur Esemka Eddy Wirajaya mengatakabah bahwa investasi pabrik ini murni swasta nasional. "Tidak ada campur tangan perusahaan asing. Investasinya 100 persen Indonesia," ujarnya di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Ia berharap mobil Esemka dapat diluncurkan dalam waktu dekat ini. "Mudah-mudahan tahun ini meluncur ya," ujarnya.

    Mobil Esemka, lanjut dia, saat ini sebagian besar telah menggunakan komponen yang disuplay dari perusahaan lokal. Mulai dari bak dan chassis (PT INKA), blok mesin dan blok transmisi (PT Cikarang Persada Manufacturing), dashboard dan setir (PT Usra Tampi), Radiator (PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna), Kaca Depan (PT Armada Indah Agung Glass), Ban (PT Gajah Tunggal), Bak/Kargo (ACC Bawen Karoseri dan PT INKA), Pelumas (Pertamina). 

    Oil filter dan Fuel Filter dibuat oleh PT Selamat Sempurna, Accu (PT Nippress Energi Otomotif), Air Filter (PT Duta Nichindo Pratama), Knalpot (Catur Karya Manunggal), Jok (Bawen Karoseri), Starter Assy (Fuller Autoparts Indonesia), Per Daun (Indospring), Shock Breaker (Samudra Luas Paramacitra), dan masih banyak lagi. 

    Bagian-bagian atau part mobil itu kini dipakai untuk memproduksi mobil Esemka Bima, pikap bermesin 1,2 liter dan 1,3 liter. "Mesinnya sendiri sudah standar Euro 4," ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.