Gesits Akan Bangun Pabrik Kedua di Jawa, Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda Motor Listrik Gesits ramai dicoba pengunjung Indonesia International Motor Show 2019, 27 April 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Sepeda Motor Listrik Gesits ramai dicoba pengunjung Indonesia International Motor Show 2019, 27 April 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Gesits Technologies Indo atau Gesits, produsen sepeda motor listrik akan menaikkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik kedua di Jawa. Hal itu untuk memenuhi target penjualan sebanyak 1 juta unit pada 2025.

    Deputy Director Gesits Abdullah Alwi mengatakan pemilihan lokasi pabrik tersebut mengingat serapan sepeda motor terbesar berada di Pulau Jawa. Menurutnya, pemindahan Ibu Kota tidak akan mengubah serapan sepeda motor. “Ibu kotanya yang pindah, (konsumen) pulaunya tidak pindah,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu 14 Agustus 2019.

    Alwi mengatakan kapasitas produksi perseroan saat ini adalah 48.000 unit sepeda motor listirk per tahun. Namun, pabrik tersebut baru memanfaatkan di bawah 20 persen dari kapasitas yang direncanakan.

    Menurutnya, pabrik tersebut dapat memproduksi setidaknya 300.000 unit per tahun dengan menambah dua hari kerja, dua giliran kerja dan satu lini produksi. Dengan kata lain, pabrik baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi sekitar 700.000 unit per tahun.

    Alwi memaparkan penambahan kapasitas produksi tersebut merupakan strategi perseroan untuk merebut 50% pangsa pasar sepeda motor listrik pada 2025.

    Pemerintah menargetkan sepeda motor listrik berkontribusi sebesar 20 persen dari total penjualan sepeda motor di dalam negeri atau sejumlah 2,1 juta unit sepeda motor listrik.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.