Rem Motor Matik Mudah Panas Saat Turing, Ini yang Harus Dilakukan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Turing Kemerdekaan Tempo yang didominasi pengguna Yamaha Nmax berangkat menuju Bali, Senin, 12 Agustus 2019. Peserta dilepas dari Kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Jakarta. (TEMPO)

    Peserta Turing Kemerdekaan Tempo yang didominasi pengguna Yamaha Nmax berangkat menuju Bali, Senin, 12 Agustus 2019. Peserta dilepas dari Kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Jakarta. (TEMPO)

    TEMPO.CO, Denpasar - Salah satu kelemahan dari motor matik yakni tidak memiliki Engine Brake. Praktis, motor jenis ini hanya mengandalkan rem untuk mengontrol kecepatan kendaraan saat menanjak maupun ketika melewati turunan.

    Nah karena itu, sebaiknya penting untuk memahami bagaimana proses penggunaan rem yang baik. Salah satunya, yaitu mengurangi kebiasaan memegang tuas rem. Terlebih pada saat perjalana panjang.

    "Pola pengereman itu sebaiknya jangan menempel terus di tuas rem. Takutnya karena terkadang kita tidak menyadari kalau sebenarnya sudah menarik rem," ujar Anang Fauzi selaku Ketua GOMAX Riders Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

    Menurut dia, hal itu bisa menyebabkan sistem pengereman tidak maksimal. Sebab, kampas rem tanpa disadari terus bergessek dengan piringan cakram, yang menyebabkan suhu rem menjadi panas.

    "Kalau terlalu panas, itu yang terkadang membuat rem blong," ujar pentolan GOMAX Riders Jakarta ini.

    Selain metode pengereman pelumas rem juga tetap diperhatikan.

    GOMAX Riders sendiri merupakan sebuah komunitas motor yang terdiri dari para pengguna motor Yamaha Nmax dan Yamaha Xmax. Adapun member atau anggota dari GOMAX Riders mayoritas berprofesi sebagai pengemudi ojek online di ibukota.

    Untuk diketahui GOMAX Riders Jakarta bersama Tempo menggelar acara Turing dari Jakarta ke Bali, mulai 12-17 Agustus 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk memprerat silaturahmi sesasa bikers sekaligus mengikuti upacara peringatan HUT ke-74 RI di Pantai Pandawa, 17 Agustus 2019 kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.