Industri Audio Mobil: Lokalisasi Produk Belum Maksimal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dominations, subwoofer audio mobil buatan lokal karya Audioworkshop yang diluncurkan pada Senin, 19 Agustus 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Dominations, subwoofer audio mobil buatan lokal karya Audioworkshop yang diluncurkan pada Senin, 19 Agustus 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Para produsen kendaraan baik itu motor ataupun mobil dituntut untuk dapat mengembangkan dan memproduksi lokal produknya. Namun bagaimana dengan sistem audio mobil?

    CEO Audioworkshop, Wahyu Tanuwidjaja, menyampaikan bahwa audio tidak jauh beda dengan kendaraan. Para pelaku industri audio mobil juga berusaha semaksimal mungkin untuk melokalkan produknya.

    Namun memang hingga saat ini lokalisasi tersebut belum maksimal, baru sebatas merek dan ide atau kemauan dari para pelaku untuk melokalkan produknya. Namun untuk proses produksi rata-rata masih dari Cina.

    "Untuk industri ini kami berusaha sebisa mungkin, selokal mungkin. Paling tidak sekarang ini mereknya merek lokal, idenya," ujar Wahyu saat ditemui di Jakarta, Senin 19 Agustus 2019.

    "Tapi semua manufakturnya di Cina," tambahnya.

    Meski demikian kemungkinan untuk merakit lokal produk sistem audio terbuka lebar. Namun memang tidak dipungkiri dalam hal ini masih harus bekerja sama dengan negara lain untuk komponen-komponen intinya.

    Seperti Amerika yang sudah bisa memproduksi chipset, atau Cina yang sudah bisa memproduksi sistem atau produk audio-nya. Jadi kemungkinan di Indoensia hanya bisa merakit saja alias complatley knock down (CKD).

    "Nah nanti kami kerjanya sama pabrikan lokal. Tapi tetap yang namanya industri kami tetap related sama negara lain lah, sekalipun itu Cina atau dengan Amerika sebagai produsen chipset-nya," kata Wahyu

    "Yang bisa kami lakukan adalah CKD-nya bisa di sini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.