Beli Mobil di Seva.id Diklaim Lebih Mudah, Simak Caranya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO PT Astra Digital Internasional Djap Tet Fa. 20 Agustus 2019 (Seva.id)

    CEO PT Astra Digital Internasional Djap Tet Fa. 20 Agustus 2019 (Seva.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Membeli mobil kini semakin mudah. Apalagi dengan era serba digital seperti sekarang ini. Segala informasi yang dibutuhkan calon konsumen dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Kemudahan pada era digital membuat Astra Digital melalui Seva.id berupaya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin cerdas dan butuh kepraktisan. Yakni, cara baru beli mobil yang lebih simple, lebih cepat, dan lebih baik. 

    Beli mobil yang selama ini dilakukan masyarakat dengan cara datang ke pameran atau ke dealer, kini dapat dilakukan melalui genggaman tangan di smartphone saja. Seva.id mewujudkan cara baru membeli mobil layaknya belanja di e-commerce. 

    “Zaman terus berubah, cara orang membeli mobil pun berubah. Karena itu kami ingin memfasilitasi kebutuhan masyarakat untuk meng-upgrade hidup yang serba digital ini menjadi lebih cepat, lebih simple dan lebih baik dengan layanan yang smart di Seva.id untuk kebutuhan otomotif masyarakat,” kata CEO PT Astra Digital Internasional Djap Tet Fa, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 19 Agustus 2019. 

    Beragam fitur yang dimiliki oleh Seva.id dirancang dan dibuat untuk memberikan kemudahan untuk upgrade hidup, dari request test drive hingga kalkulator kredit yang membantu estimasi pembiayaan. Seva.id ingin mengubah cara masyarakat untuk membeli mobil dengan cara #SmartWayToUpgrade.

    Upgrade your life dari genggaman tangan! Selain dapat membeli mobil idaman, kini Anda pun dapat menjual mobil lama, melakukan tukar tambah, membeli mobil bekas, suku cadang, booking service, membeli properti, hingga jasa keuangan dan asuransi. 

    Caranya mudah, cukup buka browser, lalu kunjungi www.seva.id, lalu mengikuti langkah-langkah yang disarankan.

    “Seva.id sebagai marketplace otomotif di bawah Grup Astra menyajikan beragam mobil baru, mobil bekas berkualitas, hingga servis prioritas. Jadi Seva.id menunjang upgrade hidup Anda dengan cara baru beli mobil pada era digital,” ujarnya.

    Untuk otomotif, seperti yang disebut di atas, tak hanya pembelian mobil baru secara online di bawah naungan Grup Astra, tapi juga dapat melakukan pemesanan beragam merk mobil bekas. 

    Ada juga layanan tukar tambah, layanan ini cocok bagi yang sudah punya mobil tapi ingin beli yang baru untuk upgrade your life. Di Seva.id, juga dapat melakukan tukar tambah mobil lama dan mendapatkan mobil baru tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Jika ingin menjual kembali mobil lama yang dimiliki, jual mobil di Seva.id adalah solusinya.

    Lebih lanjut, menjual mobil di Seva.id tidak hanya mudah dan cepat, tetapi juga gratis alias tidak dipungut biaya. 

    Kemudian, servis prioritas disajikan untuk pribadi yang aktif. Seva.id menghargai waktu berharga tersebut dengan memberikan servis prioritas, tanpa menunggu lama.

    Sebagai marketplace otomotif terintegrasi Seva.id memberikan cara baru beli mobil yang lebih simple, lebih cepat, lebih baik.

    Hal ini dirasakan oleh seorang penghobi otomotif, Fitra Eri, yang pernah mencoba beli mobil di Seva.id. Ia pun merasakan pengalaman yang sama ketika beli barang di e-commerce yang simple, cepat, dan lebih baik.

    “Sering kan beli barang via online, sudah biasa, beli kamera, beli handphone, tapi beli mobil belum. Ini sepertinya memelopori beli mobil via online. Kalau mau beli, lalu tambah ke keranjang, okelah kalau barang handphone atau yang kecil-kecil, ini mobil ditambah ke keranjang. Oke,” kata Fitra Eri.

    Kemudahan dan kecepatan yang dirasakan oleh Fitra Eri adalah bentuk experience yang ingin diberikan oleh Seva.id untuk meng-upgrade hidup dengan membeli mobil dengan cara yang lebih simple, lebih cepat, dan lebih baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.