Cara Adira Insurance Menggaet Kaum Milenial

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wayan Pariama, Chief Marketing Officer Adira Insurance (paling kanan) saat mengkampanyekan slogan #1jariberes. Dok Adira

    Wayan Pariama, Chief Marketing Officer Adira Insurance (paling kanan) saat mengkampanyekan slogan #1jariberes. Dok Adira

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini, semua orang ingin segala sesuatu bisa dilakukan dengan mudah dan simpel. Kondisi jalanan yang padat, menyebabkan risiko kecelakaan bahkan baret antar kendaraan menjadi lebih besar. Hadirnya asuransi mobil dapat menjadi mitigasi untuk risiko-risiko yang ada. Di samping itu, saat ini di Indonesia pun mengalami kondisi yang cukup unik menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 jumlah generasi millenial di Indonesia mencapai 40 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah tersebut akan melonjak pada tahun 2020 yaitu sebesar 50 persen.

    “Dengan adanya dua kondisi tersebut, Autocillin hadir sebagai solusi. Solusi untuk mitigasi risiko hingga peluang peningkatan literasi dan inklusi asuransi di kalangan millenial," kata Wayan Pariama, Chief Marketing Officer Adira Insurance, Selasa 20 Agustus 2019.

    Karakter masyarakat perkotaan yang sebagian besar didominasi generasi millenial memiliki kesamaan yaitu ingin segalanya lebih mudah. Sesuai dengan kampanye yang dijalankan oleh Autocillin yaitu #1JariBeres. “Asuransi identik dengan pengajuan klaim yang susah, namun hadirnya Autocillin #1JariBeres menjadi solusi bahwa klaim itu simple hanya 1 jari beres, mobil Anda kembali mulus lagi,” ujar Wayan.

    #1JariBeres ditujukan untuk generasi millenial yang ingin serba mudah, melibatkan experience, dan digital savy. “Generasi millenial menjadi potential buyer khususnya untuk asuransi mobil sehingga mampu mendongkrak performa Adira Insurance yang memang bisnis utamanya adalah asuransi kendaraan,” jelas Wayan.

    Untuk menggulirkan Kampanye #1JariBeres, Autocillin membuat strategi komunikasi yang masif dan edukatif. “Namun tetap kekinian. Dengan mengkomunikasikan apa saja sih risiko yang dapat menimpa mobil kesayangan. Dan bagaimana Autocillin hadir sebagai solusi.“ ujar Wayan.

    Berbagai channel baik konvensional maupun digital telah dipilih Autocillin untuk menjangkau generasi millenial yang haus akan pengetahuan khususnya terkait asuransi mobil. Autocillin menggandeng berbagai influencer untuk turut memberikan edukasi tentang pentingnya asuransi mobil.

    “Influencer ini dipercaya oleh audiencenya, sehingga harapannya audience dapat paham mengenai asuransi itu bukan suatu hal yang rumit, namun dapat dilakukan dengan 1 Jari Beres,” tambah Wayan.

    Tidak hanya itu, Autocillin juga menggunakan berbagai macam platform yang digemari oleh generasi millenial seperti Youtube. Autocillin menciptakan video tentang risiko-risiko yang tidak terduga sama sekali yang bisa saja menimpa mobil kesayangan Anda.

    “Kami kemas dalam konsep yang sedikit nyeleneh supaya audience dengan mudah mengingat risiko yang mungkin terjadi jika mereka tidak menggunakan asuransi mobil. Selain itu, video dengan konsep seperti ini biasanya yang digemari oleh netizen khususnya generasi millenial,” ungkap Wayan.

    Pelayanan berbasis tekonologi dengan memberikan experience terbaik bagi pelanggan, kami ciptakan dari proses pelaporan klaim. Autocilllin Mobile Claim Application diciptakan untuk memberikan experience terbaik kepada pelanggan. Pelanggan cukup mengisi laporan kronologis kejadian kerusakan serta upload foto kerusakan kendaraan di aplikasi tersebut.

    “Bahkan AMC telah terhubung langsung dengan Autocillin Garage, sebuah bengkel rekanan yang telah dilakukan standarisasi. Apabila mengalami kerusakan ringan dengan batasan 3-4 panel dapat diberikan pelayanan same day repair. Tentunya sangat menarik untuk millenial yang memiliki mobilitas tinggi dan senang dengan berbagai hal yang praktis,” ungkap Wayan.

    Sepanjang tahun 2019 laporan klaim yang masuk menggunakan aplikasi Autocillin Mobile Claim sudah lebih dari 4.000 laporan setiap bulannya, mencapai lebih dari 95 persen total klaim kendaraan bermotor roda 4, dengan seluruh proses laporan dan follow up menggunakan satu sistem yang juga sudah terintegrasi dengan 23 Autocillin Garage yang tersebar di seluruh Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.