Pengunaan Interkom di Inggris Diusulkan Dilarang, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sena MesC Interkom 30K

    Sena MesC Interkom 30K

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengendara sepeda motor yang menggunakan interkom di Inggris akan dilarang di Inggris setelah dilakukan penelitian. Alasannya, perangkat interkom tidak lebih aman dibandingkan saat berkendara menggunakan ponsel.

    Parlemen mengusulkan agar Pemerintah mempertimbangkan untuk memperluas undang-undang tentang penggunaan ponsel saat mengemudi dan telah menyerukan konsultasi publik tentang masalah ini pada akhir 2019. Komite juga merekomendasikan untuk meningkatkan hukuman karena menggunakan perangkat genggam dan mendapatkan tilang dari polisi.

    "Terlepas dari risiko nyata konsekuensi bencana bagi diri mereka sendiri, penumpang mereka dan pengguna jalan lainnya, terlalu banyak pengemudi yang terus melanggar hukum dengan menggunakan telepon genggam," kata Ketua Komite di Parlemen, Lilian Greenwood MP.

    "Jika penggunaan ponsel saat mengemudi tidak dapat diterima secara sosial seperti halnya mengemudi mabuk, lebih banyak upaya yang perlu dilakukan untuk mendidik pengemudi tentang risiko dan konsekuensi dari menggunakan telepon di belakang kemudi. Pelanggar juga perlu tahu ada risiko bisa kena tilang."

    Ia menambahkan ada kesan yang menyesatkan bahwa penggunaan telepon genggam aman. Kenyataannya adalah bahwa setiap penggunaan telepon mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi pengemudi.

    "Setiap kematian dan cedera serius yang disebabkan oleh pengemudi yang menggunakan ponsel adalah tragedi yang dapat dihindari. Kita perlu pembatasan yang lebih ketat, penegakan yang lebih baik, dan lebih banyak pendidikan untuk membuat jalanan yang lebih aman untuk semua."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.