Produksi Motor Listrik, Selis Akan Penuhi Syarat Kandungan Lokal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor listrik Selis Eagle Pro. (Selis)

    Sepeda motor listrik Selis Eagle Pro. (Selis)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Juara Bike, produsen sepeda dan motor listrik Selis, optimistis dapat memenuhi aturan kandungan lokal yang ditentukan pemerintah. Sejauh ini tingkat kandungan lokal Selis beragam tergantung model. Adapun tertinggi pada level 43 persen.

    Direktur PT Juara Bike (Selis) Wilson Teoh mengatakan, kehadiran aturan Peraturan Presiden No.55/2019 Tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan, memberi kepastian bagi pelaku industri termasuk sepeda motor listrik. Selis akan mengikuti aturan terkait tingkat kandungan dalam negeri [TKDN].

    "Kandungan lokal beragam tergantung modelnya. Yang paling tinggi saat ini sekitar 43 persen atau sudah melebihi yang ditentukan pemerintah," ujarnya kepada Bisnis, Rabu, 21 Agustus 2019. 

    Seperti diketahui dalam Perpres 55/2019 diatur terkait TKDN untuk kendaraan listrik baik roda dua dan tiga hingga roda empat. Untuk roda dua, TKDN minimal 40 persen pada 2019 hingga 2023. Aturan mewajibkan TKDN terus meningkat hingga 80 persen pada 2026.

    Wilson menegaskan, Selis akan berupaya untuk memenuhi regulasi khususnya TKDN. Tingginya konten lokal, katanya, akan membantu membuat harga jual sepeda motor listrik menjadi lebih kompetitif.

    "Karena TKDN itu faktor penting untuk membuat harga kompetitif," ujarnya.

    Wilson  menjelaskan, saat ini Selis telah memiliki pabrik di Cikupa, Tangerang, Banten. Pabrik itu berdiri di atas lahan seluas 3 ha lebih. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 20.000 unit per bulan.

    Utilisasi produksi pabrik Selis saat ini diklaimbaru seperempat atau sekitar 5.000 unit per bulan. Utilisasi pabrik itu, katanya, akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan pasar sepeda motor listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.