Pasar Motor DIY-Jateng Tinggi, WOM Bidik Mahasiswa Punya Sambilan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Super Cub 125 saat dipamerkan di ajang KustomFest 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Honda Super Cub 125 saat dipamerkan di ajang KustomFest 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatat penjualan motor baru secara kredit di wilayah DIY-Jawa Tengah (Jateng) masih memegang peringkat tertinggi kedua secara nasional setelah Jakarta Bogor Depok Tangerang (Jabodeta).

    "Selama sepuluh tahun terakhir, kredit motor baru di DIY-Jateng tertinggi kedua nasional, dengan market share terbesar Honda," ujar Ria Maulina, Non Dealer Sales (NDS) MotorKu Division Head WOM Finance DIY Jateng saat dihubungi Kamis 22 Agustus 2019.

    Ria menuturkan penjualan kredit motor baru menguasai 70 persen dari total aset perusahaannya.

    Dari kontribusi penjualan motor baru secara nasional itu, sumbangan penjualan di DIY Jateng sebesar 30- 40 persen.

    "Misalnya saja, kami jualan 17 ribu unit motor baru Honda, dari DIY Jateng sendiri bisa menyumbang 6 ribuan kontrak unit per bulan" ujar Ria.

    Peringkat kedua baru diduduki Yamaha sekitar 1500-2000 unit lalu disusul Kawasaki di bawah 1000 unit.

    Ria menuturkan dengan capaian DIY-Jateng yang menjadi tulang punggung nasional itu maka penetrasi pemasaran WOM di region itu hingga kini mencapai 44 titik layanan, menyebar hampir di seluruh kabupaten/kota, dari Cilacap hingga Sragen.

    Dengan capaian itu, Ria menuturkan pihaknya masih mencoba mendongkrak penjualan di DIY Jateng dengan membidik pasar kalangan mahasiswa yang membutuhkan motor baru.

    "Kami membidik kalangan mahasiswa yang punya sambilan kerja, misalnya punya usaha kecil kecilan tapi konsisten, dan usianya sudah dewasa secara hukum," ujarnya.

    Ria menuturkan di era kini, memiliki penghasilan tak harus berstatus karyawan tetap atau terikat dalam satu perusahaan.

    Untuk segmen mahasiswa, khususnya di DIY Jawa Tengah, Eia mengatakan pihaknya siap menekan uang muka kredit paling rendah sesuai ketentuan yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 10 persen dari harga jual unit motor.

    "Hanya untuk wilayah DIY Jateng kami juga punya program khusus masa angsurannya bisa sampai 48 bulan, agar besaran angsuran lebih ringan," ujarnya.

    Ria menambahkan untuk membantu mendongkrak dan mempertahankan pasar sepeda motor DIY Jateng, saat ini pihaknya juga menggecarkan pemasaran digital. Salah satunya menggandeng Yayasan Thallasaemia Indonesia.

    Dalam program ini tak kurang 250 penyintas Thallasaemia berasal dari Banyumas, Purbalingga,
    Semarang, Yogyakarta, Magelang, Klaten, Wonosobo, juga Solo dibekali literasi teknik pemasaran online.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.