Group Mobil Nasional Vietnam Vinfast Masuk Bisnis Penerbangan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil VinFast buatan asli dari Vietnam. Sumber: carscoops.com

    Mobil VinFast buatan asli dari Vietnam. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Hanoi - Perusahaan yang menggarap mobil nasional Vietnam, Vingroup mengajukan permohonan lisensi untuk meluncurkan maskapai penerbangan pada tahun depan, dilansir Reuters, Kamis 22 Agustus 2019. Mobil nasional Vietnam adalah Vinfast yang telah melahirkan tiga model.

    Maskapai yang dinamai Vinpearl Air itu sudah mendaftarkan aplikasinya di Departemen Perencanaan dan Investasi Vietnam di Hanoi. Perusahaan ini mengucurkan dana US$ 202,56 juta untuk enam armada pesawat, akan bertambah menjadi 36 unit pesawat pada 2025.

    Namun Juru bicara Vingroup menolak mengomentari kabar ini. Pimpinan Vinpearl Air, Nguyen Thanh Huong mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa perusahaan sedang menyelesaikan prosedur untuk mendirikan maskapai.

    Hadirnya Vinpearl akan berkompetis dengan maskapai lokal antara lain Vietnam Airlines, Jetstar Pacific Airlines, Vietjet Aviation dan Vietnam Air Services Co. Jika mendapat lisensi, Vinpearl Air akan menggunakan pesawat Airbus SE A320 atau Boeing Co 737, menurut laporan media lokal VnExpress.

    Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam mengatakan kepada Kementerian Transportasi pada Rabu (21/8), bahwa Vinpearl Air "memenuhi syarat" untuk mengoperasikan 30 pesawat pada tahun 2025, kata laporan itu.

    Namun, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

    Vingroup, yang juga menggarap industri ritel dan properti, tumbuh menjadi perusahaan terbesar di Vietnam dengan kapitalisasi pasar 16 miliar dolar AS. Perusahaan itu juga bakal meluncurkan produk smartphone, bahkan perangkat dengan kecerdasan buatan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.