Ratusan Pecinta Motor Mini Bakal Kumpul di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Motor Mini Jogja saat mengikuti pameran Djogjanjtique Day 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 23-24 Agustus 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono.

    Komunitas Motor Mini Jogja saat mengikuti pameran Djogjanjtique Day 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 23-24 Agustus 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Komunitas pecinta motor mini dari berbagai daerah bakal menggelar turing demi hadir dalam perhelatan Mini Gathering yang digelar komunitas Motor Mini Jogja di Yogyakarta 5-6 Oktober 2019.

    Dalam acara yang dipusatkan di kawasan wisata Kaliurang Sleman itu, para pecinta motor mini akan berkumpul selama dua hari untuk silaturahmi dan menggelar berbagai acara keakraban, termasuk berbagi info terbaru soal perkembangan motor yang biasanya memakai ban ukuran ring 8-12 itu.

    "Targetnya 100 orang lebih hadir dalam acara gathering nasional itu, sejauh ini yang konfirm hadir seperti dari komunitas mini Karawang dan Jakarta, 15 motor touring dari sana," ujar pegiat Motor Mini Jogja, Agung Bentoel kepada Tempo Ahad 25 Agustus 2019.

    Agung menuturkan berbagai penggemar motor mini akan mengeluarkan berbagai koleksinya dan menjadi ajang berbagi pengetahuan bersama tentang motor mini. Baik bagi pemula yang baru menggemari motor mini atau pun yang sudah lama menggeluti hobi itu.

    "Yang dari Jakarta itu sebenarnya juga ada dari komunitas Harley-Davidson, terus lihat motor ini kok ringan tapi bisa lari, langsung buat turing jarak jauh," ujarnya.

    Sejumlah pabrikan motor Jepang seperti Honda dan Suzuki memang memiliki motor motor mini yang sebagian tak dipasarkan di Indonesia. Agung menuturkan sebagain besar seri memang harus impor jika menginginkannya.

    Adapun untuk Honda beberapa seri yang terkenal seperti Honda Monkey dan Honda Gorrilla. "Untuk Honda Monkey dan Gorilla ini yang membedakan bentuk tangkinya," ujarnya. Baik Monkey atau Gorilla sendiri ditujukan untuk kebutuhan on road maupun off road.

    Sedangkan Suzuki mengeluarkan lebih banyak model motor mini. Yang terkenal di antaranya Suzuki Landie, Evo, Calie, juga Fan Fan.

    Agung mengatakan karena rata rata motor mini impor untuk pernak perniknya bisa jadi mahal jika menginkan yang orisinil. Sebut saja seperti motor mini Suzuki Fan Fan 90 cc yang dibuat untuk jelajah pantai. Motor dengan ban ring 12 ini jika hendak menggunakan ban sesuai aslinya pemilik harus merogoh kantong Rp 5 juta sepasangnya.

    "Karena bannya khusus yang bisa dipakai di pantai," ujarnya. Untuk kap lampu orisinil motor mini pun harganya bisa mencapai Rp 1 juta per buah.

    Dari mahalnya pernak pernik asli itulah kemudian banyak dilakukan modifikasi. Untuk beberapa seri dari Honda maupuj Suzuki, ada yang mensiasatinya dengan ganti ban Vespa atau ATV.

    Sedangkan untuk bagian mesin tak terlalu masalah karena masih bisa disubtitusi dengan onderdil dari motor Honda atau Suzuki lainnya.

    Komunitas Motor Mini Jogja sendiri yang memiliki markas bernama Garasi Cilik di Jalan HOS Cokroaminoto, tak jauh dari dealer Honda Tugu Kota Yogya itu kerap menerima pesanan modifikasi dan reatorasi juga merakit motor mini dari penggemar berbagai daerah dengan tarif bervariasi.

    "Tergantung pemilik, mau bagaimana, orisinil semua atau seperti apa, harganya menyesuaikan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.