Investasi Baru Pabrik Baterai di Indonesia Capai Rp 14 Triliun

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. shutterstock.com

    Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan sudah ada perusahaan yang hendak berinvestasi mengembangkan pabrik baterai cell untuk kendaraan listrik dengan nilai investasi ditaksir lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun.

    Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengatakan, beberapa investor telah menyatakan minat untuk membuat baterai cell dari material yang dihasilkan oleh pabrik di Morowali dan Weda Bay.

    "Pokoknya besar dia enggak mau disebut. Pak Menteri [Airlangga Hartarto] enggak pernah nyebut itu. Mohon maaf itu permintaan mereka. Intinya kami ingin ada industri turunan," katanya baru-baru ini.

    Pemerintah telah meresmikan pabrik milik PT QMB New Energy Materials di Morowali, Sulawesi Tengah. Pabrik itu akan memproduksi material energi baru dari nikel laterit ini dapat memenuhi kebutuhan bahan baku baterai lithium generasi kedua.

    Namun, raw material itu perlu diolah lagi hingga menjadi baterai yang siap digunakan oleh kendaraan listrik. Saat ini, industri dalam negeri belum mampu memproduksi battery cell dan battery pack yang siap digunakan oleh kendaraan listrik.

    Harjanto menjelaskan, pabrik di Morowali dan Weda Bay belum menghasilkan baterai cell sehingga butuh untuk pembuatan batarai cell. Beberapa industri di dalam negeri, katanya, juga didorong untuk melakukan investasi seperti Panasonic.

    "Itu baru didorong, tapi dia belum bicara sama kami. Yang lain yang datang, ada investasi cukup besar kok bukan nilai kecil di atas 1 miliar," paparnya.

    Harjanto menegaskan, jika perusahaan tersebut merealisasikan investasinya dengan mendirikan pabrik baterai di Indonesia, maka baterai untuk kebutuhan kendaraan listrik dapat dihasilkan di dalam negeri. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.