Motor Mini Suzuki Van Van Seri Langka Jadi Buruan Kolektor

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor mini khusus pantai, Suzuki Van Van, yang harga bannya saja mencapai Rp 5 juta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Motor mini khusus pantai, Suzuki Van Van, yang harga bannya saja mencapai Rp 5 juta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yoyakarta - Motor mini telah menjadi klangenan tersendiri di kalangan pecinta motor klasik.

    Terutama seri seri motor mini yang legendaris di masanya dan tak diperpanjang lagi produksinya oleh pabrikan pembuatnya.

    Satu yang jadi buruan pecinta motor mini itu tak lain Suzuki Van Van 90 atau RV 90.

    Motor dengan kapasitas mesin 90 cc ini hanya diproduksi Suzuki tahun 1972- 1981 yang dikhususkan untuk jelajah atau sekedar having fun di medan berpasir seperti pantai-pantai.

    "Populasinya tak banyak di Indonesia. Hanya sekitar 200-an unit," ujar pegiat Motor Mini Jogja, Agung Bentoel kepada Tempo Senin 26 Agustus 2019

    Agung menuturkan saat masih diproduksi, motor ini resmi masuk tanah air melalui Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Sehingga ada berkas suratnya.

    Motor ini memiliki dimensi panjang keseluruhan 1805 mm dan tinggi 990 mm. Sedangkan jarak sumbu roda 1180 mm dan ground clearance 196 mm. Motor dengan bobot 84 kg ini mengusung mesin 88 cc dilengkapi aluminium berpendingin udara silinder tunggal.

    "Mesin karakter 2 tak motor ini lebih mudah perwatannya, asal oli samping jangan sampai telat," ujarnya.

    Selain itu, meski karakternya untuk medan berpasir, motor ini menurut Agung juga nyaman saja dipakai untuk jalanan biasa alias bisa dual road.

    Agung mengungkapkan motor ini di Yogyakarta sepengetahuannya hanya ada 13 unit dan dua diantaranya dimiliki komunitas Motor Mini Jogja.

    "Memang langka, melihat harga jualnya, juga cocok buat invest," ujar pria yang kerap merestorasi motor mini itu.

    Agung membeberkan harga jual motor ini memang lumayan tinggi dibanding motor mini lawasan lain.

    "Ada yang nawarin sampai Rp 80 juta, tapi kondisi surat komplit bawaannya dan pernik part orisinilnya juga masih menempel semua. Termasuk baut-bautnya marking S (ada logo Suzuki)," ujar Agung.

    Sedikit catatan pecinta motor jika hendak mengkoleksi motor ini, tak lain bagian pernak pernik nya yang susah dicari atau sebagian harus impor dan tak murah

    Memang ada beberapa bagian Suzuki Van Van ini bisa disubtitusi dari Suzuki A100 dan F90 atau Suzuki kuntul. Khususnya jeroan mesinnya.

    Adapun part yang susah dari motor ini khususnya bagian ban luar jika minta diganti. Motor dengan ban ring 12 ini jika hendak menggunakan aslinya pemilik harus mengeluarkan biaya Rp 5 juta sepasangnya.

    "Makanya motor ini jarang dipakai karena sayang sama ban luarnya. Harus impor dari luar, padahal tak ada tanda marking SNI-nya ban itu, jadi jatuhnya mahal," ujarnya.

    Lalu part yang juga susah diperoleh seperti pompa tangan.

    "Tergantung sang pemilik juga susah tidaknya pernak pernik itu. Bagi yang suka original pasti hunting sampai ke luar negeri atau belanja online. Tapi yang dananya terbatas ya seadanya penting bisa jalan," ujarnya.

    Agung menutukan pihaknya sendiri bisa merestorasi Suzuki Van Van ini agar kembali tampil modis seperti aslinya.

    Jika pemilik ingin motor mini itu kembali waras dan enak dilihat, Agung mengatakan paling utama menggarap penampilan catnya. Anggaran untuk pengecatan ini mulai Rp 1 hingga 2,5 juta tergantung pilihan cat.

    "Kalau ganti part onderdil dan pernik tinggal menyesuaikan tingkat penggantian nya. Biayanya dari Rp 100 ribu sampai tak terbatas hehe," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.