Hyundai Manjakan Pengguna dengan Konsep Mobil Plus Skuter Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skuter listrik Hyundai. (Hyundai)

    Skuter listrik Hyundai. (Hyundai)

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pembeli mobil Hyundai Group nantinya akan mendapat tambahan skuter listrik, yang diklaim mampu menempuh jarak 20 kilometer sekali pengisian. Skuter listrik ini akan menjadi bagian dari paket pembelian setiap unit kendaraan Hyundai.

    "Ini adalah skuter pribadi yang dipasang di kendaraan Grup Hyundai Motor di masa depan. Kami ingin menjadikan kehidupan pelanggan kami mudah dan menyenangkan dengan skuter listrik pribadi," kata Kepala Tim Robotika Hyundai Group, DongJin Hyun seperti dikutip dari Car And Bike.

    Konsep ini kata dia merupakan bagian dari komitmen Hyundai Group yang ingin meningkatkan kenyamanan ddan pengalaman berkendara. Selain itu, hal ini juga diklaim dapat membantu mengurai kemacetan dan polusi.

    "Kami akan membuat perjalanan pertama dan terakhir menjadi lebih menyenangkan. Ya, ini juga membantu mengurangi kemacetan dan emisi di pusat kota," ujar dia.

    Data penelitian Global McKinsey & Company menunjukkan bahwa pasar kendaraan "Last Mile" diperkirakan akan tumbuh hingga Rp 7,1 triliun pada tahun 2030. Skuter listrik nantinya akan banyak dipasang pada kendaraan dan secara otomatis bisa diisi menggunakan listrik yang dihasilkan saat mengemudi.

    Adapun skuter listrik dari Hyundai nantinya akan dibekali baterai lithium-ion 10,5 Ah, yang memungkinkan kecepatan tertinggi 20 kilometer per jam. Kubikasi itu diklaim dapat melakukan perjalanan hingga 20 km dalam sekali pengisian daya.

    Skuter listrik Hyundai ini juga diklaim lebih ringan dengan bobot hanya 7,7 kilogram. Selain itu, desainnya akan dibuat portabel sehingga memudahkan pengoperasian. Skuter listrik ini juga akan dilengkapi layar digital yang menampilkan sejumlah informasi termasuk kecepatan dan status baterai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.