Produsen Bus Listrik Mobil Anak Bangsa Sanggupi Aturan TKDN

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus listrik Mobil Anak Bangsa (MAB) untuk pertama kalinya hadir dalam Pameran otomotif khusus kendaraan komersial Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 di Jakarta, 1 Maret 2018. Sedikitnya enam seri truk dan bus terbaru akan diluncurkan di pameran otomotif khusus kendaraan komersial di pameran ini. Tempo/Tony Hartawan

    Bus listrik Mobil Anak Bangsa (MAB) untuk pertama kalinya hadir dalam Pameran otomotif khusus kendaraan komersial Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 di Jakarta, 1 Maret 2018. Sedikitnya enam seri truk dan bus terbaru akan diluncurkan di pameran otomotif khusus kendaraan komersial di pameran ini. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mobil Anak Bangsa (MAB) menegaskan siap mengikuti aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah. Saat ini, TKDN bus listrik berbasis produksi di Demak ini telah mencapai 25 persen.

    GM Goverment Relation MAB Puryanto mengatakan, salah satu yang bisa dilokalisasi saat ini ialah bodi bus listrik sehingga TKDN telah berada di atas 25 persen. Beberapa komponen lain seperti baterai, motor listrik masih didatangkan dari Tiongkok dengan produsen yang berasal dari Amerika Serikat atau Eropa.

    "Sekarang sih tentu sudah di atas 25 persen karena bodi telah lokal. Ada beberapa dari Jerman, motor dari produsen Amerika tapi basis industrinya di Cina," ujarnya belum lama ini.

    Puryanto menjelaskan, salah satu alasan mengimpor dari Cina ialah adanya perjanjian dagang antara Cina dan ASEAN. Hal itu membuat harga menjadi lebih kompetitif dibandingkan didatangkan dari Amerika Serikat atau Eropa.

    Dia menjelaskan, MAB telah menyelesaikan akuisisi perusahaan karoseri Nusantara untuk membantu memproduksi kendaraan listrik dengan nama Karoseri Anak Bangsa. Kapasitas produksi disebut sekitar 50 unit hingga 100 unit per bulan.

    "Kami atur sekitar 50 hingga 100 unit per bulan tapi akan bertahap dengan melihat perkembangan pasar bus listrik dan menunggu regulasi konkretnya seperti apa," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.