Toyota Crown Hybrid untuk Menteri Jokowi Tidak Dijual Umum

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Crown Hybrid 2019 (Toyota Global)

    Toyota Crown Hybrid 2019 (Toyota Global)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil dinas menteri Kabinet Joko Widodo - Ma'ruf Amin periode 2019-2014, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive, dipastikan tidak dijual untuk umum. Artinya mobil hanya akan ada 101 unit di Indonesia untuk para menteri.

    Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi. Ia menyebut saat ini belum ada rencana meluncurkan sedan mewah itu untuk umum.

    Karena untuk meluncurkan produk harus melihat beberapa hal. Apalagi Toyota Crown merupakan mobil sedan premium.

    "Toyota Crown saat ini belum, belum ada rencana ya memang belum ada rencana karena kalau untuk peluncuran produk itu kita harus lihat berbagai sudut kan, produknya, marketnya," ujar Anton kepada wartawan, di Jakarta, Rabu 28 Agustus 2019.

    "Jadi pada saat ini diskusi dengan prinsipal belum ada rencana (menjual) untuk umum," tambahnya.

    Sedangkan untuk yang mengurus perawatan ataupun layanan purnajual akan ditangani oleh dealer utama Toyota yakni Auto2000. Ia juga mengatakan produk Toyota yang dipakai menteri sebelum sebelum Toyota Crown 2.5 HV G-Executive, ditangani Auto2000.

    "Pada dasarnya kebetulan kan Astra international atau Auto2000, jadi servisnya ke Auto2000. Kebetulan mobil menteri yang sekarang itu servisnya juga di Auto2000, tidak ada perubahan," ungkap Anton.

    Dia menjelaskan, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive diproduksi di Jepang dan akan didatangkan oleh TAM. Selanjutnya, produk itu akan dikirimkan ke dealer yang akan menyerahkan unit ke pemerintah paling lambat sebelum pelantikan pada Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.