2025 Produksi Sepeda Motor Listrik Ditargetkan 2 Juta Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gesits meluncurkan produk skuter listrik di IIMS 2019.

    Gesits meluncurkan produk skuter listrik di IIMS 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menargetkan industri sepeda motor lokal dapat meningkatkan kapasitas produksi menjadi 10 juta unit pada 2025 dengan kontribusi electric vehicle bike (EVB) atau sepeda motor listrik sebesar 20 persen atau 2 juta unit.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan hal tersebut sejalan dengan janji pemerintah pada Perjanjian Paris untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030.

    Dia mengatakan pencapaian target tersebut harus didukung dengan terbentuknya industri pendukung EV yakni industri baterai. Menurutnya, perlu ada perkembangan investasi dalam produksi sel baterai.

    Adapun, investasi terkait mine concetrate and refinery dan produksi elektrokemikal telah dikucurkan di Kawasan Industri Morowali.

    Pihaknya sedang mempromosikan investasi industri sel baterai. Menurutnya, ada beberapa calon investor yang melakukan penjajakan dan berminat untuk berinvestasi di dalam negeri.

    “Salah satu hal penting dalam percepatan industri kendaraan listrik adalah penyiapan industri pendukungnya sehingga mampu meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, terutama penyiapan industri power control unit (PCU), motor listrik dan baterai,” katanya belum lama ini.

    Kemenperin akan melakukan proyek percontohan penggunaan sepeda motor listrik di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dan Provinsi Bali. Proyek tersebut merupakan salah satu langkah kementerian dalam mempercepat penggunaan EV di dalam negeri.

    Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto dalam keterangan resmi mengatakan proyek percontohan tersebut digelar bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan Grab Indonesia.

    Kedua perusahaan transportasi daring tersebut akan mewakili pengguna sepeda motor listrik lantaran keduanya memiliki ratusan ribu mitra pengemudi dan puluhan juta pengguna aktif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.