Pameran Kendaraan Listrik Digelar 4-5 September 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Colokan isi daya mobil listrik DFSK Glory E3 untuk pengisian standar melalui saluran listrik di rumah. 5 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Colokan isi daya mobil listrik DFSK Glory E3 untuk pengisian standar melalui saluran listrik di rumah. 5 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menggelar pameran kendaraan listrik atau atau Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. Pameran ini akan mengambil tema 'Electric Vehicle for Smart Transportation'.

    Pameran tersebut rencananya akan diselenggarakan di dua tempat berbeda. Pertama di Balai Kartini, Jakarta yang akan dilaksanakan pada 4 - 5 September 2019, dengan agenda pameran, seminar, presentasi produk, dan workshop.

    Simak video first drive mobil listrik DFSK Glory E3

    Acara lanjutan akan digelar pada 7 September 2019 bertempat di kantor BPPT Serpong, Tangerang Selatan. Dengan acara pameran fast charging station, electric vehicle component test, dan tes drive kendaraan listrik. Namun sebelumnya akan diadakan konvoi kendaraan listrik dari model MPV hingga SUV dari kantor BPPT Thamrin menuju BPPT Serpong.

    Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan transaksi pembelian kendaraan listrik dan seminar seputar mobil listrik. Untuk mengetahui lebih lengkap bisa membuka laman electricmotorshow.id.

    Selain BPPT, acara ini didukung Kementerian Kordinator, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, serta BUMN seperti PLN dan Pertamina.

    Pameran kendaraan listrik ini akan diikuti sejumlah brand seperti Toyota, Nissan, Mitsubishi, DFSK, Wuling, Gesits, Viar, Jaguar, Hino, hingga operator taksi Blue Bird.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.